Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi.  Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Gelar IPO, Transkon Jaya Incar Dana Rp 112,5 Miliar

Minggu, 26 Juli 2020 | 13:32 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id -  PT Transkon Jaya Tbk baru-baru ini berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepaskan sebanyak-banyaknya 375 juta saham atau sekitar 24,83% dari saham yang ditempatkan dan disetor penuh dan ditawarkan dengan rentang harga antara Rp 200-300.

Dengan jumlah tersebut maka perseroan berpotensi meraup dana segar Rp75 miliar sampai dengan  Rp 112,5 miliar.

Adapun perseroan telah menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam penawaran umum perdana saham ini.

Direktur Utama Transkon, Lexi Roland Rompas langkah ini dilakukan lantaran perseroan bernita memperluas jaringan bisnis pada lini sewa kendaraan LIght Vehicle pendukung pertambangan, terutama pada wilayah di luar Pulau Kalimantan, seperti Sumatera dan sekitarnya.

Rencana pemindahan Ibukota ke Kalimantan dan peningkatan kapasitas listrik dengan menggunakan batubara menjadi katalis positif pada pertumbuhan pendapatan perseroan. Maka dari itu perseroan berniat menggunakan dana hasil Initial Public Offering/IPO untuk pembelian pembayaran uang muka pembelian kendaraan baru dengan tujuan untuk disewakan sesuai dengan dengan alokasi dana sebesar 70%.

“Kemudian sisanya sebanyak  30% akan kami gunakan untuk penunjang kendaran tersebut seperti pengadaan suku cadang ban, oli kendaraan dan juga sebagai modal kerja kedepan,

Selain itu dengan menjadi perusahaan terbuka, Perseroan dituntut untuk menerapkan good corporate governance dalam menjalankan kegiatan usahanya serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan,” jelasnya usai paparan publik virtual, Jumat (24/7).

Bersamaan dengan Penawaran Umum ini, Perseroan mengadakan Program Employee Stock Allocation (ESA) dengan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 0,25% dari Saham yang Ditawarkan dalam bentuk saham jatah pasti pada saat Penawaran Umum atau sebanyak-banyaknya 937.5 ribu saham biasa atas nama dengan harga pelaksanaan ESA sama dengan Harga Penawaran.

Melalui program ini perseroan bermaksud untuk meningkatkan rasa memiliki sense of belonging dari karyawan terhadap dan diharapkan akan memberikan dampak positif bagi kinerja karyawan serta juga memberikan peningkatan kinerja Perseroan secara keseluruhan. Pelaksanaan program ini akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Peraturan No. IX.A.7

Adapun saat ini rencana IPO sedang dalam masa penawaran awal (bookbuilding) yang akan berakhir pada tanggal 3 Agustus 2020. Kemudian perseroan berharap pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada tanggal 14 Agustus 2020 dan masa penawaran umum dijadwalkan pada tanggal 19 – 27 Agustus 2020. Jika tidak ada halangan, pencatatan perdana saham di BEI diperkirakan dapat terlaksana pada tanggal 3 September 2020.

Lebih lanjut selain menyewakan kendaraan penunjang pertambangan, Transkon Jaya juga bergerak dalam bidang perusahaan penyedia layanan internet di wilayah Kalimantan dengan jaringan internet yang bernama Pacnetcom, dalam bisnis ini perseroan menghubungkan pelanggan dengan Indonesia Internet Exchange dan International Internet Backbone.

Dengan menggunakan infrastruktur fiber optik dan didukung oleh sistem catu daya serta backup link yang ada, Perseroan mampu meminimalisir waktu downtimes dan mampu melayani pelanggan 24 jam per hari tanpa kuota bulanan.

“Sehingga kami dapat memberikan solusi jaringan internet dengan harga murah dan kualitas terbaik kepada pelanggannya. Layanan yang ditawarkan Pacnetcom antara lain seperti Wireless broadband internet service provider, Network design & implementation, VSAT communication, Video security systems solution,” tambahnya

Menurut Lexi, untuk dapat bersaing dengan para kompetitor, perseroan telah menerapkan beberapa strategi selain pengembangan pasar yakni dengan mempertahankan pelanggan potensial dengan memberikan servis yang lebih berkualitas dibandingkan dengan para pesaingnya dalam bidang penyewaan kendaraan Light Vehicle (LV) dengan menyediakan fasilitas perbaikan di setiap lokasi pertambangan pelanggan sehingga menunjang efisiensi waktu dalam proses perbaikan. Lexi mencontohkan baru-baru ini perseroan mendirikan fasilitas perbaikan di daerah terpencil seperti  di kepulauan Maluku.

“Hal tersebut menjadi salah satu keunggulan kami dalam menjalankan bisnis ini, pun untuk mendukung strategi ini kami akan meningkatkan skill, dengan sejumlah strategi tersebut Transkon Jaya optimis, pada akhir tahun 2020 mendatang dapat mencatatkan pertumbuhan Bottom Line hingga Rp 60-70 miliar,” kata dia.

Sementara itu menilik laporan keuangan pada tahun 2019 Transkon Jaya mencatatkan laba neto sebesar Rp 30,56 miliar, jumlah ini bertumbuh 9.73% dibanding periode yang sama pada tahun 2019 yakni Rp 27.85 miliar. Meningkatnya laba ini didukung oleh pendapatan yang terkerek naik 23.08% atau setara dengan Rp 401,33 miliar.

“Peningkatan ini disebabkan naiknya pendapatan pada segmen sewa kendaraan sebesar 23% yang diperoleh atas naiknya permintaan dari pelanggan baik pelanggan lama maupun baru, kenaikan harga sewa sebesar 2,2% per tahun serta peningkatan pendapatan penyedia layanan internet sebesar 44%,” pungkasnya.

Sebagai informasi Transkon Jaya didirikan di Balikpapan, Kalimantan Timur pada tahun 2002 dengan menjalankan usaha awal sebagai pemasok suku cadang dan aksesoris untuk kendaraan-kendaraan khusus daerah konsesi pertambangan.

Seiring dengan perkembangan usahanya, pada tahun 2006 Perseroan mulai menyewakan kendaraan operasional (“light vehicle / LV”) 4x4 dan 4x2 dengan brand “Transkon Rent” dengan spesifikasi kendaraan yang telah disesuaikan dengan kegiatan usaha pelanggan yang didominasi oleh perusahaan pertambangan batu bara. Bisnis batu bara yang mendominasi sektor usaha di pulau Kalimantan ini telah menciptakan peluang bisnis yang dimanfaatkan oleh Perseroan yang telah beroperasi sejak tahun 2002.

Melihat potensi yang dapat dikembangkan, maka pada tahun 2011, Perseroan menambah lini bisnis baru dengan menjadi perusahaan penyedia layanan internet di wilayah Kalimantan. Saat ini bidang usaha yang dijalankan Perseroan selain sebagai penyedia jasa penyewaan LV, penyedia jaringan internet juga menjual suku cadang dan aksesoris kendaraan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN