Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investasi. Foto: Rawpixel (Pixabay)

Investasi. Foto: Rawpixel (Pixabay)

Ginting Energi Patok Harga IPO Rp 450, Palma Serasih Rp 103-110

Gita Rossiana/Thereis Love Kalla, Senin, 4 November 2019 | 20:48 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Ginting Jaya Energi menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 450 per saham. Sementara itu, calon emiten baru lainnya, PT Palma Serasih akan menggelar IPO dengan kisaran harga Rp 103-110 per saham.

Ginting Jaya Energi melepas 750 juta saham kepada publik. Dengan demikian, perseroan meraih dana Rp 337,5 miliar dari IPO. Berdasarkan informasi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Senin (4/11), perseroan mendapatkan pernyataan efektif IPO pada 31 Oktober 2019. Masa penawaran umum pada 1 dan 4 November 2019, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2019.

Perseroan menunjuk PT Jasa Utama Capital Sekuritas dan PT MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sedangkan penjamin emisi efek adalah PT Indosurya Bersinar Sekuritas, PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, dan PT Phillip Sekuritas Indonesia.

Direktur Utama Ginting Energi Jimmy Hidayat mengatakan, sebanyak 61% dana hasil dari IPO akan digunakan perseroan untuk membeli tujuh rig Work Over dan Well Service (WOWS). Sebanyak empat dari tujuh unit rig akan dibeli tahun ini dan sisanya akan dibeli dari Tiongkok tahun depan. Adapun investasi untuk pembelian rig mencapai US$ 3-5 juta.

Sementara itu, sekitar 10% dari dana IPO lainnya akan digunakan untuk pelunasan utang. Sedangkan sisanya, yaitu 16,1% akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.

Tahun ini, perseroan optimistis bisa meraih kontrak baru senilai Rp 185 miliar di tengah meningkatnya peran perusahaan lokal di industri minyak dan gas tanah air.

Selain itu, perseroan juga sedang mengincar pengadaan rig di Blok Rokan, milik PT Pertamina Persero.  “Kami harap bisa memenangkan tender tersebut karena PT Pertamina (Persero) membutuhkan 50 rig untuk memproduksi minyak dan kami bisa menyediakan sekitar 10-12 rig di antaranya," ungkap dia.

Lebih lanjut, Direktur Support Ginting Jaya Energi Welly Sugiarto menjelaskan, perseroan sampai saat ini telah memiliki sembilan rig Workover dan Well Services (WOWS). Setelah pembelian rig terselesaikan, perseroan akan memiliki 16 rig. 

"Pada 2023, kami berencana membeli rig hingga jumlah rig yang kami miliki sebanyak 23 rig dengan dana yang diambil dari cashflow perseroan,” kata dia. 

Dari sisi pendapatan, perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 58,12 miliar pada Januari hingga April 2019. Sedangkan laba tahun berjalan pada periode tersebut mencapai Rp 9,62 miliar dan aset mencapai Rp 442,01 miliar.

Palma Serasih

Sementara itu, Palma Serasih berencana melepas sebanyak-banyaknya empat miliar saham atau setara 20%. Perseroan menargetkan listing di BEI pada 25 November 2019.

Adapun dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk meningkatkan modal di beberapa entitas anak usahanya, yakni sebanyak 38,5% akan disertakan pada Nusaraya, sebesar 26,83% ditempatkan pada Bumikaltim, sebesar 13,9% disetorkan pada Global, sekitar 19,5% ditempatkan pada Nusantara, dan 9,27% ditempatkan pada Energitama.

Menurut manajemen, anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) akan dialokasikan pada penambahan lahan, bangunan dan infrastruktur, mesin dan kendaraan alat berat yang menunjang operasional perusahaan. “Perseroan berencana untuk mendanai belanja modal perseroan melalui kombinasi arus kas dan aktivitas operasi, aktivitas pendanaan dan pasar modal,” jelas manajemen dalam prospektusnya.

Perseroan menunjuk PT Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Masa penawaran awal (bookbuilding) akan dilaksanakan pada 6-8 November 2019. Perseroan berharap pernyataan efektif dari OJK pada 15 November 2019, sehingga masa penawaran umum bisa dilakukan pada 19 November 2019.

Sebagai informasi, sejumlah anak usaha perseroan melakukan kegiatan operasional yang bergerak di bidang perkebunan dan industri pengolahan minyak kelapa sawit. Mulai tahun buku 2020, perseroan menjanjikan akan membagikan dividen sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA