Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Ultra Voucher. Foto: Perseroan.

Ultra Voucher. Foto: Perseroan.

Harga Rp 100, Penawaran Saham Ultra Voucher Dimulai

Senin, 19 Juli 2021 | 07:02 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 15 Juli 2021 terkait penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perseroan. Sesuai rencana, penawaran umum berlangsung pada 19-23 Juli 2021.

Selanjutnya, penjatahan dijadwalkan pada 23 Juli 2021, distribusi 26 Juli 2021, dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Juli 2021. Harga IPO pelopor dan agregator voucher diskon digital terbesar di Indonesia ini sebesar Rp 100 per saham.

Ultra Voucher melepas 500 juta saham kepada publik. Besaran saham itu setara 25% dari modal disetor. Dengan harga IPO Rp 100 per saham, perseroan bakal memperoleh dana sebesar Rp 50 miliar.

Perseroan juga menerbitkan 250 juta waran seri I yang menyertai saham baru atau sebanyak-banyaknya 16,67%. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada tanggal penjatahan. Adapun setiap pemegang 2 saham berhak memperoleh 1 waran seri I.

Chief Operating Officer (COO) Ultra Voucher Riky Boy Permata mengatakan, dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan produk dan fitur sebagai bagian dari transformasi bisnis, serta penambahan channel distribusi melalui ekspansi hingga ke negara-negara di kawasan Asean.

“Transformasi bisnis yang akan kami lakukan yakni pengembangan produk yang lebih besar seperti Everyday Services salah satunya produk investasi. Selain itu, kami akan ekspansi dengan membuka kantor cabang di luar Indonesia, yakni menyasar negara-negara di Asean,” kata dia dalam keterangan tertulis.

Secara rinci, berdasarkan prospektus, sebesar 36% dana hasil IPO dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pengembangan produk dan fitur. Perseroan juga akan menggunakan 34% dana hasil IPO untuk beban operasional, termasuk penambahan sumber daya manusia, software, dan channel distribusi. Sisanya 30% untuk peningkatan modal kerja, termasuk pembelian persediaan voucher.

Secara fundamental, bisnis perseroan menunjukkan performa positif. Sepanjang 2020, laba bersih tahun berjalan tercatat melonjak 440,6%. Per Maret 2021, laba bersih tahun berjalan tercatat Rp 543,49 juta dengan total penjualan Rp 194,48 miliar.

Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mukti Wibowo Kamihadi mengatakan, tahapan dari rencana IPO Ultra Voucher terus berlanjut. “Kami optimistis saham perseroan akan sangat menarik untuk investor. Selain fundamental yang bagus dan berkesinambungan, prospek pengembangan bisnis juga terbuka lebar untuk menjadi perusahaan anak bangsa yang dapat berdaya saing global,” tutur dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Surya Fajar Sekuritas Steffen Fang menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap IPO Ultra Voucher terlihat sangat tinggi, yang ditunjukkan oleh hasil bookbuilding per 7 Juli 2021 yang mencapai kelebihan pemesanan hingga 18,6 kali dari porsi pooling yang ditawarkan.

Menurut Steffen, hal itu wajar mengingat sektor perseroan yang berada di sektor teknologi, yang saat ini merupakan sektor yang diminati oleh investor, baik dalam maupun luar negeri. Sebagai informasi, OJK telah menetapkan saham perseroan sebagai efek syariah.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN