Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pinago Utama Melantai di Bursa. Direktur Utama PT Pinago Utama Tbk Bambang Palgoenadi (kiri)  dan Komisaris Utama PT Pinago Utama Tbk Wilson Sutanto memperlihatkan sertifikat  Pencatatan Perdana Saham dari Bursa efek Indonesia (BEI), Senin (31/8/2020). Perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit dan karet beserta industri penunjang lainnya yang berlokasi di Sumatera Selatan ini menjadi Perusahaan Tercatat ke-37  yang melantai di  Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2020.

Pinago Utama Melantai di Bursa. Direktur Utama PT Pinago Utama Tbk Bambang Palgoenadi (kiri) dan Komisaris Utama PT Pinago Utama Tbk Wilson Sutanto memperlihatkan sertifikat Pencatatan Perdana Saham dari Bursa efek Indonesia (BEI), Senin (31/8/2020). Perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit dan karet beserta industri penunjang lainnya yang berlokasi di Sumatera Selatan ini menjadi Perusahaan Tercatat ke-37 yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2020.

Harga Saham PNGO Menguat 24,80%, Pinago Fokus Intensifikasi Perkebunan

Senin, 31 Agustus 2020 | 16:49 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id - PT Pinago Utama Tbk (PNGO) akan memfokuskan peningkatan intensifikasi area perkebunan dengan strategi replanting dan pemanfaatan teknologi untuk menaikkan produktivitas serta efisiensi biaya. Hal ini diharapkan menopang kinerja keuangan sepanjang tahun ini.

Pinago merupakan emiten perkebunan kelapa sawit yang secara resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (31/8). Emiten ke-37 yang listing di BEI ini melepas sebanyak 156,25 juta saham atau 20% dari modal disetor perseroan melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Perseroan melepas sahamnya di level Rp 250 per unit, sehingga Pinago berhasil meraup dana segar dari pasar modal mencapai Rp 39 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO saham perseroan adalah PT Panin Sekuritas Tbk.

Direktur Utama Pinago Utama Bambang Palgoenadi mengatakan, perseroan akan menggunakan dana hasil IPO saham untuk membiayai sejumlah pembelian pembelian pupuk, pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sawit, dan pembelian bahan olahan karet (Bokar) yang berasal dari masyarakat serta pembayaran kontraktor untuk biaya sewa alat berat dan konstruksi.

“Kemudian kami juga berencana menggunakan dana ini untuk merealisasikan rencana strategis kami ke depan guna meningkatkan kinerja Perseroan,” jelasnya usai listing secara virtual di Jakarta, Senin (31/8).

Kendati luas lahan perseroan terbilang kecil, dibanding kompetitor lainnya, dia mengatakan, perseroan tetap optimis dapat bersaing dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki, seperti manajemen yang berpengalaman dalam pengelolaan kebun, penggunaan bibit unggulan. Hal itu diperkuat dengan bisnis perseroan yang terintegrasi dan ramah lingkungan, lokasi kebun dan pabrik pengolahan yang berdekatan.

“Kami juga menerapkan teknologi untuk menciptakan efisiensi dan peningkatan produktivitas kerja. Kami juga berkomitmen untuk menerapkan zero waste dengan mengelola limbah hasil olahan menjadi pupuk granul bio organic dengan kapasitas produksi 35.000 ton per tahun dan mengoperasikan fasilitas biogas untuk menyediakan bahan baku energi pengganti solar,” ujar dia.

Terkait peningkatan kinerja keuangan, dia mengatakan, emiten yang berkode saham PNGO ini akan fokus untuk peningkatan intensifikasi atas area perkebunan yang sudah dimiliki melalui strategi replanting dan pemanfaatan teknologi mekanisasi untuk menaikkan produktivitas dan efisiensi biaya. Perseroan juga membuka peluang perluasan bisnisnya, apabila sesuai dengan target area yang diincar yang dijalankan dengan prinsip kehati-hatian.

Hingga akhir 2019, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,78 triliun, EBITDA senilai Rp 194 miliar, dan laba bersih mencapai Rp 21 miliar. Total aset perseroan sebesar IDR 1,46 triliun dengan total kewajiban dan ekuitas masing-masing sebesar Rp 1,01 triliun dan Rp 448 miliar .

Pinago Utama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit dan karet serta industri penunjang lainnya di Sumatera Selatan yang didirikan pada 1979. Saat ini, perseroan telah mengelola 17.656 hektare yang terdiri atas perkebunan kelapa sawit seluas 13.969 hektar dan perkebunan karet seluas 3.960 hektar. Sekitar 81% perkebunan kelapa sawit dan 77% perkebunan karet merupakan area tanaman menghasilkan.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (31/8), saham PNGO ditutup hingga auto reject atas setelah harganya naik Rp 62 (24,80%) menjadi Rp 312.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN