Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi.  Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Hingga Kuartal I-2020, IPO di Indonesia Tertinggi di ASEAN

Thereis Kalla, Selasa, 19 Mei 2020 | 18:06 WIB

JAKARTA, investor.id – Indonesia menjadi negara dengan penyelenggaran penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) tertinggi di Asia Tenggara. Bloomberg mencatat dalam empat bulan pertama pada tahun 2020, terdapat 26 IPO menjadikan jumlah pertukaran tertinggi di Asia Tenggara. Jumlah tersebut melampaui IPO di Singapura sebanyak enam dan delapan di Malaysia.

“Sementara data kami menunjukkan bahwa Indonesia telah mendapati jumlah IPO terbesar sejauh tahun ini,” kata APAC Head of Global Data Bloomberg Vatsan Sudersan, dalam keterangan resminya.

Vatsan menjelaskan, ukuran rata-rata setiap penawaran tahun ini adalah sebesar US$ 10 juta,  turun 74% dari ukuran penawaran rata-rata sebesar US$ 36 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Dari Januari hingga April 2020, total sebesar US$ 272 juta datang dari pasar ekuitas modal. Adapun sebelumnya tercatat sebesar US$ 550 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perolehan ini merupakan yang terendah sejak 10 tahun lalu.

Kendati demikian, Vatsan mengungkapkan, perusahaan-perusahaan Indonesia masih lebih suka untuk mengumpulkan modal dari pasar modal hutang. Dalam empat bulan pertama tahun 2020, hutang sebesar US$ 18,9 miliar seperti obligasi dan sindikasi pinjaman terbeli di Indonesia, yang merupakan 98,1% dari total modal yang dikumpulkan.

“Kami melihat lebih banyak perusahaan Indonesia beralih ke pasar obligasi untuk meningkatkan sebagian modal karena ketatnya likuiditas di antara bank lokal Indonesia, sehubungan dengan rekan-rekan regional mereka,” ujarnya.

Bloomberg mencatat, 84% dari obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan Indonesia, justru terdaftar di pasar luar Indonesia, dengan Singapura menjadi negara pilihan utama untuk listing.

Adapun volume obligasi yang diterbitkan di luar negeri ini mencapai US$ 15,3 miliar atau meningkat lebih dari dua kali lipat dari bulan Januari hingga April 2020, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US% 7,2 miliar.

“Beberapa bulan ke depan kemungkinan akan terus menjadi tantangan bagi perusahaan Indonesia karena mereka bertarung dengan jatuhnya ekonomi akibat dari Covid-19. Beberapa data poin yang dapat memberikan wawasan kepada para investor pada musim penghasilan mendatang adalah rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau Loan-to-Deposit Ratio dari bank-bank lokal dan ketentuan untuk kerugian pinjaman dan non-performing loans (kredit macet),” jelas Vatsan.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, rasio Loan-to-Deposit (LDR) dari lima bank terbesar di Indonesia berdasarkan total asetnya, telah meningkat setiap tahun. Selama tiga tahun terakhir, dari sekitar 90% rata-rata pada awal tahun 2017 menjadi sekitar 97% pada akhir tahun 2019. Sedangkan LDR lima bank yang sebanding di Malaysia tercatat sebesar 92% dan 88% untuk tiga bank terbesar di Singapura.

“Beberapa bulan ke depan kemungkinan akan terus menjadi tantangan bagi perusahaan Indonesia karena mereka bertarung dengan jatuhnya ekonomi akibat dari Covid-19,” pungkasnya. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN