Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pegawai memperhatikan perdagangan saham di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.  Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pegawai memperhatikan perdagangan saham di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Ifishdeco Bakal Raup Dana IPO Saham Rp 187 Miliar

Gita Rossiana, Kamis, 28 November 2019 | 15:09 WIB

JAKARTA, Investor.id -  PT Ifishdeco Tbk bakal meraup dana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan target dana sekitar Rp 187 miliar. Sedangkan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 5 Desember 2019.

Berdasarkan informasi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perseroan menawarkan 425 juta unit saham dengna harga pelaksanaan IPO adalah Rp 440 per saham.

Perseroan mendapatkan pernyataan efektif IPO pada 26 November 2019. Kemudian masa penawaran umum akan dilakukan pada 27-29 November 2019 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 5 Desember 2019.

Ifishdeco adalah perusahaan pertambangan bijih nikel yang memiliki lokasi tambang di daerah Sulawesi Tenggara. Saat ini, perseroan memiliki kantor pusat di Jakarta dan kantor cabang di Kendari.

Ifishdeco adalah satu perusahaan yang masuk pipeline saham BEI pada tahun ini. Apabila Ifishdeco melakukan IPO tahun ini, maka akan termasuk dalam 70 perusahaan yang mencatatkan saham barunya pada tahun ini.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna menjelaskan, ada 36 nama perusahaan yang berada dalam daftar calon emiten baru. Sekitar sembilan perusahaan dari 36 perusahaan tersebut akan listing tahun depan.

"Ada sembilan yang menggunakan laporan keuangan selain bulan Juni, artinya agustus dan September ada sekitar sembilan. Dari 36 setelah kita alokasikan bulan Agustus dan September itu bisa jadi tidak tahun ini, mudah-mudahan bisa sekitar 65-70," ujar dia.

Pencapaian 70 emiten baru ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Pada 2018, emiten baru yang tercatat di BEI hanya 57 perusahaan.

Adapun perusahaan yang masuk pipeline saham BEI adalah PT Ifishdeco Tbk, PT Alamanda Investama Tbk, PT Asia Sejahtera Mina Tbk, PT Palma Serasih Tbk, PT Mulia Boga Raya Tbk, PT Cisadane Sawit Raya Tbk, PT Indo Bintang Mandiri Tbk, PT Repower Asia Indonesia Tbk, PT Bank Amar Indonesia Tbk, PT Graha Belitung Utama Tbk, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk, PT Jayant Persada Indonesia Tbk, PT Austin Global Prima Tbk, PT Galva Technologies Tbk, PT Perintis Triniti Properti Tbk, PT Putra Mandiri Jembar Tbk dan PT Putra Rajawali Kencana Tbk.

Kemudian PT Royalindo Investa Wijaya Tbk, PT Diamond Food Indonesia Tbk, PT Esta Multi Esa Tbk, PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk, PT Agro Yasa Lestari Tbk, PT Era Graharealty Tbk, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk, PT Nara Hotel International Tbk, PT Tourindo Guide Indonesia Tbk, PT Hoppor International Tbk, PT Andalan Sakti Primarindo Tbk, PT Era Mandiri Cemerlang Tbk, PT Harvest Time Tbk, PT Karya Bersama Anugerah Tbk, PT Pratama Widya Tbk, PT Diamond Citra Propertindo Tbk, PT Lancartama Sejati Tbk, dan PT Aesler Grup Internasional Tbk.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA