Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi internet. Foto: Pixabay.

Ilustrasi internet. Foto: Pixabay.

Indonet Bidik Dana Rp 595,9 Miliar dari IPO Saham

Jumat, 29 Januari 2021 | 22:20 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Indointernet, distributor Alibaba Cloud di Indonesia, membidik dana Rp 595,97 miliar dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Perusahaan yang didirikan oleh Toto Sugiri tersebut siap melepas sebanyak 80,81 juta saham baru (20%) pada harga Rp 7.375 per saham.

Perusahaan yang populer dengan nama Indonet ini telah meraih pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Januari, dan menjadwalkan masa penawaran umum pada 1-2 Februari. Distribusi saham secara elektronik akan dilakukan pada 5 Februari.

“Pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 8 Februari. Penjamin pelaksana emisi efek adalah PT BCA Sekuritas,” ungkap PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam pengumumannya, Jumat (29/1).

Sementara itu, berdasarkan prospektus awal Indonet, sekitar 90% dana IPO akan digunakan perseroan untuk memberikan pinjaman kepada EDG, yang selanjutnya akan digunakan untuk pembangunan edge data center (EDC), yang merupakan kegiatan usaha utama entitas usaha tersebut.

Selanjutnya, sekitar 6% akan digunakan perseroan untuk belanja modal berupa pembelian perangkat untuk pengembangan jaringan digitalisasi, yang merupakan salah satu layanan dari kegiatan usaha utama Perseroan. Sisanya, sekitar 4% akan diserap perseroan untuk modal kerja.

Ketika listing nanti, pemegang saham pendiri juga akan mencatatkan 323,24 juta saham yang telah dikeluarkan sebelum IPO. Alhasil, seluruh saham yang akan dicatatkan di BEI mencapai 404,05 juta saham.

Saat ini, pemegang saham Indonet yang menguasai mayoritas saham antara lain Otto Toto Sugiri sebanyak 48,6%, Han Arming Hanafia 21,9%, dan Bing Moniaga hingga 18,9%. Sementara, pihak yang memiliki saham di bawah 5% antara lain Marina Budiman 4,8%, Sanjaya 2,7%, Halim Soelistio 2,4%, Agustinus Haryawirasma 0,4%, dan Sudjiwo Husodo 0,3%.

Indonet memulai kegiatan usahanya pada tahun 1994 sebagai penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP) swasta komersial pertama di Indonesia, didirikan dengan misi untuk memberikan manfaat dari solusi teknologi strategis kepada pelanggan. Sejak itu, perseroan telah menyediakan layanan berbasis internet dan jasa komunikasi kepada perorangan dan korporasi selama lebih dari 25 tahun.

Indonet juga memiliki layanan koneksi jaringan internet dengan menggunakan teknologi fiber optik, satelit, dan wireless. Layanan konektivitas ini telah tersedia juga di berbagai lokasi di Jakarta, termasuk di kawasan bisnis seperti di Jalan Jendral Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan HR Rasuna Said dan Jalan TB Simatupang.

Selain di area bisnis tersebut, Indonet bekerjasama antara lain dengan Kawasan industri MM2100 dan kawasan perumahan Kota Bumi Parahyangan, Padalarang, Bandung. Layanan konektivitas Indonet telah melayani 5.166 pelanggan personal dan 2.820 pelanggan perusahaan per posisi 31 Agustus 2020, terdiri dari berbagai segmen industri seperti keuangan, logistik, fintech, dan e-commerce platform.

Sejak 2003, perseroan juga memberikan layanan data center, saat ini perseroan memiliki dua lokasi data center utama masing-masing di DKI Jakarta dan Tangerang Selatan. Kedua fasilitas tersebut telah berjalan sejak 2001 dan 2011 dengan kapasitas 99%.

Pelanggan yang mempergunakan data center Indonet terdiri atas berbagai industri antara lain industri keuangan, logistik, manufaktur, internet, minyak dan gas, dan lain-lain. Kedua data center tercatat dipergunakan oleh 288 pelanggan korporasi.

Sementara itu, Indonet telah menjalin kemitraan strategis dengan Alibaba Cloud pada 2017. Perseroan berperan sebagai distributor utama layanan komputasi awan untuk Alibaba Cloud di Indonesia.

Hingga Agustus 2020, Indonet membukukan pendapatan usaha Rp 297,20 miliar, atau naik 38,46% dari periode sama tahun 2019 sebesar Rp 214,64 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 69,01 miliar, turun dari sebelumnya Rp 71,19 miliar.

Sebagai informasi, Toto Sugiri merupakan figur senior pada industri teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK), utamanya data center.  Toto adalah sosok dibalik PT Sigma Cipta Caraka, yang kemudian diakuisisi oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) pada 2008.

Kiprah Toto juga terekam saat meluncurkan layanan data center tier IV pertama di Asia Tenggara pada 2013, melalui PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Adapun Toto yang juga menjabat sebagai CEO DCI Indonesia ini berhasil membawa perusahaan tersebut IPO pada awal Januari 2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN