Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi IPO. Foto: Pixabay.

Ilustrasi IPO. Foto: Pixabay.

MINAT IPO SAHAM TETAP TINGGI

Indosterling Gelar IPO di Tengah Pandemi

Thereis Love Kalla, Rabu, 27 Mei 2020 | 12:17 WIB

JAKARTA, Investor.id – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan minat korporasi untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Buktinya, pada Rabu (27/5) hari ini, PT Indosterling Technomedia resmi menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Berdasarkan publikasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Indosterling Technomedia menawarkan 251,30 juta saham dengan harga penawaran Rp 160.

Indosterling, yang akan melantai di bursa dengan sandi saham TECH, menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sedangkan PT Phillip Sekuritas dan PT Semesta Indovest Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek.

Direktur KSEI Syafrudin mengungkapkan,  pemesanan dan pembelian saham Indosterling tidak dilakukan melalui gerai penawaran umum, melainkan secara online, dengan menghubungi PT Sinartama Gunita selaku Biro Administrasi Efek (BAE) melalui email ipo.technomedia@gmail.com.

Syafrudin menjelaskan, penjatahan saham Indosterling akan dilakukan pada 29 Mei 2020. Adapun distribusi saham secara elektronik bakal dilaksanakan pada 3 Juni 2020. “Pencatatan perdana saham (listing) di BEI akan dilaksanakan pada 4 Juni 2020,” tutur Syafrudin dalam keterangan resminya.

Melansir dari website resmi perseroan, PT IndoSterling Technomedia merupakan perusahaan teknologi di bawah bendera IndoSterling Group.

Perusahaan yang didirikan pada 2007 itu mengembangkan portofolio dari berbagai teknologi informasi (TI) dan perusahaan digital, serta melayani beragam pasar business to business (B2B).

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, kebutuhan dana untuk pengembangan usaha merupakan salah satu faktor tingginya minat perusahaan untuk melangsungkan IPO saham di tengah pandemi Covid -19.

Berdasarkan laporan Ernst & Young (EY), minat IPO di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asean. Hingga akhir kuartal I-2020, Indonesia memimpin aktivitas IPO dari sisi jumlah (18 perusahaan), diikuti Malaysia (6 perusahaan), Singapura (5 perusahaan), dan Thailand (2 perusahaan).

Namun, Thailand menjadi jawara dari pencapaian nilai IPO, yakni US$ 2,3 miliar, disusul Singapura US$ 0,5 miliar, dan Indonesia US$ 0,2 miliar. Di Myanmar, Filipina, Sri Langka, Maladewa, Kamboja, dan Vietnam tak ada aktivitas IPO selama kuartal I-2020.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN