Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi.  Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

IPO, Bumi Benowo akan Tambah Landbank

Thereis Kalla, Kamis, 26 Maret 2020 | 14:14 WIB

JAKARTA, investor.id – Calon emiten PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk berencana menggunakan sebagian besar dana hasil penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) untuk menambah landbank perseroan. Perseroan menilai lahan tersebut memiliki posisi yang strategis untuk perkembangan bisnis ke depannya.

Manajemen perseroan menjelaskan, sebanyak 75% dana hasil IPO akan digunakan untuk membeli tiga bidang tanah dengan total luas 58.719 meter persegi di daerah Kabupaten Gresik.

“Melalui pembelian tanah ini, perseroan akan menambah jumlah landbank yang kemudian akan dikembangkan menjadi komplek pergudangan perseroan,” jelas manajemen perseroan pada prospektus yang diterbitkan belum lama ini.

Perseroan memperkirakan pembelian lahan yang nantinya digunakan untuk komplek pergudangan, akan menghabiskan dana sebesar Rp 132,11 miliar. Manajemen memastikan lahan tersebut tidak sedang dijaminkan ke bank ataupun dalam kasus sengketa.

Sedangkan, sisa 25% dana hasil IPO akan dipakai untuk modal kerja perseroan.   

Sesuai dengan rencana, pengembang properti pergudangan asal Surabaya ini akan melepas sebanyak 1,5 miliar saham biasa atas nama, yang mewakili sebanyak-banyaknya 30% modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah IPO saham.

Hingga saat ini, perseroan belum mengumumkan harga penawaran umum, namun harga nominal yang dipatok adalah Rp 20.

 Perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi (lead underwriter) dalam aksi korporasinya ini. Rencananya, masa penawaran umum perdana saham akan dilaksanakan pada 1-7 April 2020. Sedangkan, penjatahan saham diperkirakan akan dilakukan pada 9 April 2020. Diperkirakan tanggal pencatatan saham di BEI akan dilangsungkan pada 15 April.

Sementara itu, apabila saham yang dilepas perseroan terjual habis maka struktur permodalan terdiri atas, PT Agung Alam Anugrah dengan kepemilikan sebesar 3,49 miliar saham atau 69,9%, PT Alam Anugrah Abadi memiliki saham sebanyak 50 ribu lembar saham atau 0,001% dan kepemilikan publik akan sebesar 1,5 miliar lembar saham atau 30% dari total kepemilikan saham perseroan. 

Adapun sebelumnya, Direktur Utama Bumi Benowo Felix Soesanto mengatakan, dari gelaran IPO ini perseroan mengincar dana sebesar Rp 150 miliar. “Ya, kisarannya di atas angka itu Rp 150 miliar," kata Felix pada saat mini public expose di Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, perseroan secara bersamaan akan menerbitkan sebesar 750 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak-banyaknya 21,43% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan. Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham baru perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. 

Hingga 30 September 2019, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 20,36 miliar naik 427% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,86 miliar.

Perseroan menjelaskan kenaikan penjualan perseroan disebabkan oleh adanya peningkatan unit gudang yang tersedia untuk dijual. Adapun unit gudang yang terjual di tahun 2019 pada proyek pergudangan perseroan sebanyak 6 unit gudang.

Sedangkan laba bersih periode tahun berjalan tercatat naik 406% menjadi Rp 3,85 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 706 juta.

“Hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga rata-rata unit gudang sebagai komponen pengali jumlah unit gudang terjual, yang dicatat sebagai pendapatan bersih Perseroan, dan berpengaruh terhadap peningkatan laba bersih perseroan,” ungkap manajemen. 

Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp 106,59 miliar meningkat 7,84% dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 98,84 miliar. Total aset terdiri atas aset lancar sebesar Rp 83,55 miliar dan aset tak lancar sebesar Rp 23,04 miliar

Bumi Benowo Sukses Sejahtera adalah perusahaan pengembang properti pergudangan yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan mengembangkan lokasi pergudangan dengan merek dagang Pergudangan Bumi Benowo pada area seluas 30 hektare di Kecamatan Kebomas. Area pergudangan itu berlokasi di perbatasan Surabaya dan Gresik dan berdekatan dengan Pelabuhan Teluk Lamong serta Jalan Lingkar Luar Barat.

Bumi Benowo merupakan bagian dari Agung Alam Anugrah (AAA) Group asal Surabaya. Selain Bumi Benowo, AAA Group atau biasa disebut AAA Properties yang memiliki dua anak usaha lain yaitu PT Graha Makmur Tenteram dan PT Bumi Indira Wisesa.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN