Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jasa Marga. Foto: IST

Jasa Marga. Foto: IST

IPO Jasamarga Transjawa Tol Tunggu Pendapatan Optimal

Thereis Love Kalla, Kamis, 13 Februari 2020 | 14:06 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tengah menjajaki proses pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham terhadap anak usahanya, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT). Namun, terkait waktu pelaksanaan IPO, perseroan akan menunggu pendapatan JTT optimal.

Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Agus Setiawan mengatakan, Jasa Marga telah mempersiapkan gelaran IPO anak usahanya yang mengelola jalan tol Trans Jawa tersebut dengan membuat JTT sebagai perusahaan cangkang. “JTT sebagai perusahaan cangkang, setelah itu akan dilakukan proses pemisahan (spin off) dan kemudian proses IPO,” jelasnya melalui keterangan resmi perseroan, Kamis (13/2).

Agus menambahkan, pengoperasian ruas-ruas Trans Jawa melalui JTT diharapkan membuat pengelolaan tol yang menghubungkan kota-kota di pulau Jawa tersebut. Adapun JTT saat ini menaungi 14 ruas tol di Trans Jawa.

Adapun sebelumnya perseroan berencana menggalang dana sekitar Rp 5 triliun pada semester I-2020. Untuk itu, perseroan mengkaji sejumlah penerbitan surat utang, mulai dari global bond, obligasi rupiah, step up coupon bond, hingga sekuritisasi aset melalui kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA) syariah.

Agus menerangkan, sebagai bagian dari memenuhi kebutuhan pendanaan jalan tol di tahun ini, perseroan tengah mempersiapkan proses penyusunan struktur dan perizinan pinjaman dengan step up coupon sejumlah Rp 1 triliun, dengan perkiraan proses tersebut bisa selesai pada kuartal I-2020.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, untuk penerbitan KIK-EBA syariah senilai Rp 4 triliun diproyeksikan dapat di realisasikan pada semester I -2020. “Namun, timeline penerbitan akan dikaji kembali dan disesuaikan dengan kebutuhan perseroan dan kondisi pasar,” katanya.

Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal pernah mengatakan, perseroan terus melakukan diskusi dengan sekuritas yang akan menangani aksi penerbitan dan menjalani proses pemeringkatan. Namun, perseroan belum mengajukan rencana ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jasa Marga setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp 20 triliun untuk membiayai proyek jalan tol pada 2020. Perseroan pun terbuka terhadap berbagai tender yang ditawarkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Selain JORR, perseroan akan fokus menggarap ruas tol yang belum beroperasi seperti Manado-Bitung.

Hingga kuartal III-2019, Jasa Marga berhasil mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.041 kilometer (km) dengan penambahan panjang jalan tol baru di tahun 2019 sepanjang 41,46 km.

Jasa Marga berhasil mencatatkan EBITDA operasional yang solid sebesar Rp 5 triliun pada kuartal III-2019, tumbuh 16,9% dibandingkan periode sama tahun 2018 sebesar Rp 4,28 triliun. Menurut Donny, kinerja positif tersebut dipertahankan dengan melakukan efisiensi pada beban usaha serta peningkatan pendapatan usaha di luar konstruksi

“Sehingga berdampak positif pada kenaikan margin EBITDA sebesar 62,9%, lebih tinggi dari kuartal III tahun 2018, yaitu sebesar 60,1%,” kata dia.

Jasa Marga mencatatkan pendapatan usaha di luar konstruksi sebesar Rp 7,96 triliun atau meningkat 11,6% dari kuartal III-2018. Pertumbuhan ini ditopang dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp 7,36 triliun, tumbuh 10,9% dibandingkan kuartal III-2018.

Dari total pendapatan tol tersebut, kontribusi pendapatan tol di ruas-ruas yang dioperasikan oleh anak usaha perseroan yaitu sebesar 17,5% hingga kuartal III-2019, lebih tinggi dibandingkan kontribusi pada periode sama tahun 2018 sebesar 13,8%.


 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA