Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minat IPO Tetap Tinggi

Minat IPO Tetap Tinggi

IPO, Jasnita Incar Kenaikan Pendapatam 50%

C01, Jumat, 17 Mei 2019 | 19:47 WIB

JAKARTA – PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) resmi menjadi emiten ke-12 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Perusahaan yang bergerak di bisnis jasa telekomunikasi tersebut menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 50%, dan laba bersih 10%-15% sepanjang tahun 2019.

Jasnita melepas sebanyak 203,4 juta saham ke publik pada aksi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham ini. Jumlah itu setara 25% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Jasnita menetapkan harga penawaran sebesar Rp 246 per saham. Alhasil, perseroan meraup dana sebanyak Rp 50,03 miliar. Selama melakukan masa penawaran umum yang berlangsung pada 3-9 Mei 2019, saham Jasnita mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 7,53 kali.

PT UOB KayHian Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelasana emisi efek dalam hajatan ini. Direktur Utama Jasnita Telekomindo Kennard Jr S. Kurnia mengatakan, perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk sejumlah ekspansi.

Sebanyak Rp 22 miliar akan diserap untuk membeli aset gedung di Jakarta Pusat. Gedung ini merupakan bagian dari ekspansi call center dan data center perseroan. “Selanjutnya, perseroan akan mengakuisisi PT Sakti Makmur Pratama (SMP) sebanyak Rp 8 miliar,” kata dia usai listing di BEI, Jakarta, Kamis (16/5).

Kemudian, sisa dana IPO sebanyak Rp 20 miliar akan digunakan untuk setoran modal pemegang saham SMP setelah pengambilalihan SMP dilakukan serat modal kerja perseroan. Setelah IPO, perseroan mengincar kenaikan laba bersih 10%-15%, dan pendapatan tumbuh 50% pada tahun ini.

Pada kesempatan sama, Direktur Jasnita Telekomindo Tjokro Wimantara mengatakan pendapatan perusahaan masih ditopang oleh kontribusi dua divisi bisnis utama yakni call center dan media luar ruang. Keduanya masing-masing berkontribusi sebesar 40%.

“Media luar ruang ini dijalankan oleh anak usaha. Bentuk bisnisnya papan iklan di atas motor. Itu salah satu kontributor terbesar pendapatan perseroan,” terang dia.

Wakil Direktur Utama Jasnita Telekomindo Welly Kosasih mengatakan, saat ini bisnis call center perusahaan paling besar digunakan untuk layanan emergency call 112 yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA