Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life)

PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life)

Kata Analis soal Harga Saham Sinarmas MSIG

Gita Rossiana, Selasa, 9 Juli 2019 | 18:03 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) telah mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/7). Pada penutupan pasar, harga LIFE stagnan di posisi Rp 12.100 atau sama dengan harga saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Dalam IPO tersebut, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) melepas sebanyak 393,75 juta saham Sinarmas MSIG. Dengan harga pelaksanaan Rp 12.100 per saham, maka penawaran saham tersebut menghasilkan dana sebesar Rp 4,76 triliun.

Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee menjelaskan, harga saham Sinarmas MSIG yang ditawarkan sudah sesuai dengan valuasi saham industri keuangan. "Price to book value (PBV) 1,76 kali, masih berada dalam range PBV industri keuangan yang mencapai 1,5-2 kali," kata dia kepada Investor Daily, Selasa (9/7).

Dengan PBV tersebut, menurut Hans, harga saham Sinarmas MSIG tidak terlalu mahal. Lagipula, tidak ada saham baru yang diterbitkan, melainkan divestasi saham milik Sinar Mas Multiartha.

Meski demikian, Hans optimistis saham Sinarmas MSIG berkode LIFE akan diminati masyarakat, karena prospek industri asuransi yang cukup potensial. "Tingkat literasi penduduk Indonesia terhadap asuransi masih rendah, sehingga bisa menjadi jalan bagi industri asuransi untuk bertumbuh," tutur dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menjelaskan, rencana IPO perusahaan asuransi jiwa merupakan hal yang bagus. "Dengan tercatatnya saham perusahaan di bursa efek akan menjadikan perusahaan lebih transparan. Transparansi merupakan salah satu faktor GCG," kata dia.

Selain itu, melalui Peraturan Pemerintah (PP) No 14 Tahun 2018 tentang Kepemilikan Asing pada Perusahaan Perasuransian yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang No 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, membatasi kepemilikan asing pada perusahaan asuransi maksimal sebesar 80%. Akibatnya, perusahaan asuransi yang memiliki kepemilikan asing lebih dari 80% harus IPO atau mencari mitra strategis.

Hal ini juga yang bisa mendasari perusahaan asuransi untuk IPO. "Secara aturan memang begitu, kalau tidak mau terkena aturan bisa melalui IPO di pasar modal," ujar Togar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN