Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pergerakan harga saham di layar eletronik main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pergerakan harga saham di layar eletronik main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kemenparekraf Ajak IPO Para Pelaku Usaha

Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:00 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) masuk pasar modal melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Pendanaan melalui pasar modal dapat membantu pelaku usaha parekraf mengembangkan usahanya serta menjangkau investor yang lebih luas.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo mengatakan, permodalan masih menjadi salah satu kendala besar bagi para pelaku usaha di Indonesia saat ini. Sebagian besar bisnis pelaku parekraf hanya mangandalkan modal sendiri karena mereka kesulitan mendapatkan akses pinjaman ke lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank.

“Hal ini yang membuat Kemenparekraf menginisiasi kegiatan KreatIPO, untuk mengajak pelaku usaha parekraf mencari alternatif pendanaan bagi perusahaannya. Salah satunya dengan melantai di bursa efek melalui skema IPO,” jelas Fadjar dalam acara KreatIPO bertajuk Persiapan untuk Melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Skema IPO, yang digelar secara virtual di Medan, Senin (19/10).

Fadjar menjelaskan, skema IPO merupakan proses sebuah perusahaan menawarkan sahamnya agar dapat dibeli masyarakat umum melalui bursa efek untuk pertama kalinya. BEI telah menyediakan tiga platform, yakni papan utama, papan pengembangan, dan papan akselerasi.

“Papan akselerasi ini yang dapat dimanfaatkan lebih luas oleh para pelaku usaha untuk melantai di bursa. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan usaha melalui pasar modal,” ujar dia.

Fadjar berharap kegiatan KreatIPO memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha terkait cara melantai di bursa efek. "Kegiatan ini juga diharapkan menjadi meeting point strategis untuk saling berbagi pengalaman dalam menemukan model bisnis lainnya. Dengan begitu, para pelaku usaha bisa memperoleh akses pembiayaan dari berbagai investor di bursa efek," papar dia.

Masih Jadi Kendala

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Ria Nofida Telaumbanua mengungkapkan, akses permodalan yang masih menjadi kendala bagi pelaku usaha juga menjadi faktor lambatnya mereka mengembangkan bisnis. Untuk mengatasi hal itu, pelaku usaha bisa memanfaatkan alternatif pendanaan lain, seperti skema IPO.

“IPO memberikan peluang besar bagi pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Melalui IPO, pelaku usaha akan memperoleh penjaminan yang pasti dari berbagai investor di bursa efek,” kata Ria.

Ria mengatakan, melalui IPO, pelaku usaha memiliki potensi pertumbuhan usaha lebih cepat, sehingga kinerja keuangan perusahaan menjadi lebih baik karena mendapat suntikan modal. IPO juga dapat meningkatkan citra dan nilai perusahaan karena perusahaan yang masuk bursa saham dianggap telah naik kelas.

Sementara itu, Direktur PT Panin Sekuritas Tbk Prama Nugraha yang turut menjadi narasumber mengemukakan,  pelaku usaha yang ingin melantai di bursa efek harus melalui beberapa proses. Pertama, persiapan IPO.

Dalam proses ini, menurut dia, calon emiten harus menetapkan tujuan mengikuti IPO, menjalin persetujuan dengan pemegang saham, menunjuk profesi dan lembaga penunjang, serta mempersiapkan dokumen yang diperlukan. Kedua, calon emiten melakukan pendaftaran pencatatan di BEI dan pernyataan pendaftaran di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Prama menambahkan, setelah itu calon emiten menentukan struktur IPO, seperti publikasi prospektus ringkas, penawaran awal, penetapan jumlah emisi dan harga saham atau kupon obligasi, penyampaian dokumen final ke OJK, serta pernyataan efektif dari OJK. Proses terakhir yaitu pencatatan saham (listing), meliputi penawaran umum perdana, pembayaran dana IPO ke emiten, dan pencatatan di bursa efek.

 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN