Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Silmy Karim saat menjelaskan proses restrukturisasi dan situasi yang dihadapi Krakatau Steel (7/7/2019).

Silmy Karim saat menjelaskan proses restrukturisasi dan situasi yang dihadapi Krakatau Steel (7/7/2019).

Krakatau Steel Cari Waktu Terbaik untuk IPO Anak Usaha

Jumat, 11 September 2020 | 15:19 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mencari waktu terbaik untuk  penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham anak usahanya. Perseroan menggeser pelaksanaan aksi korporasi tersebut menjadi tahun depan, dari awalnya direncanakan pada tahun ini.

“Kita mau cari waktu yang terbaik, namun ada beberapa hal yang berkaitan dengan pandemi Covid-19, tadinya mau tahun ini, namun jadinya kami rencanakan di tahun depan,” ujar Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, dalam acara Corporate Action di Berita Satu TV, baru-baru ini.

Silmy menjelaskan, pelaksanaan IPO merupakan komitmen perseroan dalam rangka memenuhi perjanjian dengan perbankan dalam konteks restrukturisasi hutang.

Adapun sebelumnya, perseroan tetap berambisi untuk mengantar empat anak usahanya menggelar IPO saham. Empat perusahaan tersebut antara lain, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), dan PT Krakatau Daya Listrik.

 Srategi divestasi saham anak usaha merupakan bagian dari komitmen perseroan yang lebih besar, yakni merestrukturisasi pinjaman US$ 2,2 miliar dari 11 bank. Restrukturisasi utang ini telah disepakati terlebih dahulu oleh para kreditur sejak awal tahun lalu.

 Meskipun begitu, lanjut Silmy, pihaknya tetap melakukan inisiatif-inisiatif lain untuk mendorong kinerja perseroan, salah satunya dengan mencari mitra strategis untuk melepas pabrik blast furnace.

 Adapun hal tersebut merupakan salah satu solusi efisiensi pada pabrik peleburan baja bertanur tinggi atau blast furnace. Seperti diketahui, perseroan sebelumnya telah menghentikan operasional pabrik tersebut sejak 5 Desember 2019 lantaran dinilai tidak mampu menghasilkan baja dengan harga bersaing, atau tidak efisien.

“Dengan optimalnya nanti blast furnice kita aktifkan lagi setelah kerja sama ini dimulai, sehingga ada tambahan investasi basic oxygen furnice, kemudian kapasitasnya kita sesuaikan, akan baik untuk Krakatau Steel ke depan,” ujarnya.

Silmy menambahkan, perseroan lebih selektif dalam menggunakan anggaran belanja modal (Capital expenditurecapex) untuk kinerja tahun ini. Hal tersebut seiring dengan strategi perseroan untuk menyehatkan kinerja keuangan melalui efisiensi yang berkelanjutan.

“Capex tahun ini menjalankan apa yang dulu, hanya meneruskan untuk proyek pabrik baja lembaran panas atau hot strip mill kedua (HSM II). Kita tidak melakukan capex yang masif,” ujarnya.

 Anak perusahaan Krakatau Steel mencatatkan laba sebesar US$ 30,04 juta hingga Juli 2020, meningkat signifikan dibanding periode sama tahun lalu sebesar US$ 791.968.  Sementara pendapatan total anak usaha sampai Juli 2020 mencapai US$ 296,96 juta. Penjualan tertinggi hingga diperoleh PT Krakatau National Resources yang mencapai US$ 59,38 juta dan laba tertinggi diperoleh PT Krakatau Bandar Samudera sebesar US$ 8,15 juta.

  Secara umum, kemampuan anak usaha perseroan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya cukup baik ditunjukkan dengan  current  ratio  rata-rata  di  angka 133%. Total penjualan di anak usaha yang bergerak di bidang baja sampai Juli 2020 sebesar US$ 127,73 juta sedangkan perolehan penjualan di anak usaha non-baja sampai  Juli 2020 mencapai US$ 169,22 juta. (der)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN