Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Uni-Charm Indonesia. Foto ilustrasi: Perseroan.

PT Uni-Charm Indonesia. Foto ilustrasi: Perseroan.

Lepas 20% Saham via IPO, Uni-Charm Bidik Dana Rp 1,2 Triliun

Farid Firdaus, Senin, 25 November 2019 | 20:11 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Uni-Charm Indonesia membidik perolehan dana sekitar Rp 1,2 triliun dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Aksi ini membuat perseroan menjadi yang pertama go public, di luar Jepang dari kelompok usaha Unicharm Corporation.

Uni-Charm siap melepas hingga 831,31 juta saham baru atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan menawarkan saham perdana pada kisaran harga Rp 1.400-1.800 per saham. Alhasil, perseroan berpeluang mengantongi dana IPO sekitar Rp 1,16-1,49 triliun. Penjamin pelaksana emisi efek (lead domestic underwriter) dalam aksi ini adalah PT Sinarmas Sekuritas.

Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 25 November-3 Desember 2019. Sedangkan masa penawaran umum pada 12-13 Desember 2019. Perseroan berharap dapat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Desember 2019.

Associate Director PT Sinarmas Sekuritas Datin Rashidah Mahadi menjelaskan, kisaran dana yang ditawarkan selama proses bookbuilding mencerminkan price to earning ratio sebesar 12,4-16 kali. Penawaran ini berada di bawah aturan penawaran internasional Reg S.

“Karena itu, kami dibantu oleh Nomura Singapore Ltd yang bertindak sebagai international selling agent. Kami menawarkan saham ke investor asing di Singapura, Hong Kong, dan Jepang,” kata dia di Jakarta, Senin (25/11).

Presiden Direktur Uni-Charm Indonesia Yuji Ishii menambahkan, perseroan berniat menggunakan 64,6% dana IPO untuk belanja modal. Sekitar 20,6% untuk membayar utang dan sisanya 14,8% untuk modal kerja.

Mayoritas belanja modal perseroan digunakan untuk membeli mesin produksi pembalut dan popok dewasa. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, perseroan fokus meningkatkan kapasitas empat pabrik yang dimiliki perseroan berserta anak usaha.

Sementara itu, Direktur Keuangan Uni-Charm Indonesia Junichiro Onishi mengatakan, meski ada dana IPO yang dialokasikan untuk membayar utang, namun posisi debt to equity ratio (DER) diperkirakan tidak banyak berubah setelah IPO.

Hingga September 2019, total liabilitas perseroan mencapai Rp 4,12 triliun dan total ekuitas Rp 3,11 triliun. Adapun total aset perseroan tercatat sebesar Rp 7,24 triliun.

“Rasio utang terhadap ekuitas sekitar 40% dan kemungkinan tetap sebesar itu. Dana IPO lebih banyak ke mesin produksi. Kami punya empat pabrik, salah satunya di Mojokerto pun masih memiliki space,” jelas dia.

Perseroan menargetkan penjualan bisa naik 10% setelah IPO. Hingga September 2019, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp 6,25 triliun, naik 3,3% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 6,05 triliun. Sedangkan laba sebelum pajak perseroan mencapai Rp 468,34 miliar, melonjak 141,2% dari Rp 194,16 miliar.

Perseroan juga merencanakan pembagian dividen sebesar 20% dari jumlah laba bersih setelah pajak dimulai untuk tahun buku 2019, yang pembayarannya dimulai sejak 2020.

Yang Pertama

Sekretaris Perusahaan Uni-Charm Indonesia Vikry Ahmadi menjelaskan, rencana IPO ini sebenarnya sudah disiapkan cukup lama. Dari berbagai unit usaha Unicharm Corporation di dunia terutama Asia, manajemen memilih Uni-Charm Indonesia sebagai perusahaaan yang prospektif untuk menggelar IPO. “Aksi IPO ini yang pertama selain di Jepang. Menurut mereka sebenarnya lebih cepat, lebih bagus. Tapi persiapan IPO ini butuh waktu,” jelas dia.

Sebagai informasi, Unicharm Corporation tercatat di Busa Efek Tokyo sejak 1976. Di Asia, perseroan memiliki perusahaan terafiliasi di Tiongkok, Taiwan, Korea, Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Myanmar, dan India. Di benua lain, perseroan memiliki unit usaha di Australia, Arab Saudi, Belanda, Rusia, Amerika Serikat, Brasil, dan Mesir.

Adapun PT Uni-Charm Indonesia yang didirikan pada 1997 ini merupakan hasil perusahaan patungan antara Unicharm Corporation dengan PT Purinusa Ekapersada, yang berada di bawah kendali Grup Sinarmas. Kepemilikan saham masing-masing perusahaan sebesar 74% dan 26%.

Uni-Charm memproduksi popok bayi dengan merek MamyPoko, pembalut wanita merek Charm dan popok dewasa merek Lifree. Berdasarkan data perseroan terakhir, masing-masing merek tersebut memiliki pangsa pasar sebesar 50%, 42%, dan 46%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA