Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dewan direksi dan komisaris Zyrexindo menghadiri listing perdana saham di BEI Selasa (30/3). Perseroan melepas sebanyak 333,33 saham dengan harga perdana Rp 250.

Dewan direksi dan komisaris Zyrexindo menghadiri listing perdana saham di BEI Selasa (30/3). Perseroan melepas sebanyak 333,33 saham dengan harga perdana Rp 250.

SAHAM ZYRX DITUTUP AUTO REJECT ATAS Rp 312

Listing di BEI, Zyrex Bidik Kenaikan Pendapatan 80%

Selasa, 30 Maret 2021 | 12:05 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id - PT Zyrexindo Buana Mandiri Tbk (ZYRX) siap memperluas pasar usai mencatatkan (listing) perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggarap pasar produk Internet of Things (IoT). Ekspansi ini juga bagian dari persiapan perseroan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Direktur Utama Zyrexindo Buana Mandiri Timothy Siddik mengatakan, perseroan juga akan gencar menggarap pangsa pasar penjualan laptop kepada pelajar. Berdasarkan data pangsa pasar pelajar berjumlah 50 juta siswa-siswi mulai dari SD sampai SMA. “Oleh karena itu, di tengah tingginya permintaan laptop, perseroan akan menambah jumlah lini produksi untuk memenuhi permintaan yang tinggi,” jelasnya usai mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/3).

Timothy menambahkan, tahun ini, perseroan sangat optimis dengan prospek bisnis produk teknologi di Indonesia, khususnya di tengah era digitalisasi sekarang. Ada beberapa faktor yang menjadi alasan, yaitu dukungan pemerintah dalam mengkampanyekan “Bangga Buatan Indonesia” dan berlanjutnya program kerja dan belajar dari rumah (Work From Home/Study From Home) yang mendorong permintaan laptop dan produk teknologi lainnya.

“Dengan demikian, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahun ini mencapai 80%, dibandingkan realisasi sepanjang tahun 2020,” ujarnya.

Terkait IPO saham perseroan, Timothy mengatakan, bagian dari strategi peningkatan permodalan untuk mengembangkan bisnis yang telah direncanakan sejak tahun 2019. Dalam aksi ini, perseroan melepas sebanyak 333.333.300 saham baru atau setara dengan 25% dari modal disetor dan ditempatkan. Perseroan juga menawarkan sebanyak 166.666.650 waran.

Saham perdana ZYRX dilepas di harga Rp 250, sehingga perseroan meraup dana segar berjumlah Rp 83,33 miliar. Dana yang diperoleh dari aksi IPO saham tersebut sebesar 42% akan digunakan untuk pelunasan pembelian kantor. Sedangkan 58% akan digunakan sebagai modal kerja untuk pelunasan bahan baku laptop selama kuartal kedua 2021 untuk menunjang peningkatan penjualan.

Berdasarkan data BEI, Zyrexindo Mandiri Buana menjadi emiten ke 11 yang mencatatkan saham perdana di BEI tahun 2021 dan menduduki urutan ke-724 secara keseluruhan emiten yang sudah melantai di bursa. Sedangkan bertindak sebagai joint lead underwriter IPO saham adalah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Direktur Investment Banking Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mukti Wibowo Kamihadi memaparkan, perseroan telah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 17 Maret 2021. Selama penawaran umum pada 19-24 Maret 2021, saham perseroan direspons antusias oleh investor.

Sebagai informasi, perseroan didirikan oleh Timothy Siddik Shu dengan nama PT Zyrexindo Mandiri Buana berdasarkan Akta Pendirian Perseroan No. 43 tanggal 14 Mei 1996 sebagai pemegang merek “zyrex” yang merupakan pionir dalam industri komputer di Indonesia.

Sejak berdirinya, perseroan senantiasa didukung oleh vendor-vendor kelas dunia, seperti Intel dan Microsoft, sehingga perseroan mampu menghadirkan produk-produk berteknologi tinggi kepada masyarakat Indonesia.

Terdapat beberapa keunggulan yang menjadi pembeda produk dari perseroan dan perusahaan sejenis, yakni memiliki daya tahan yang tinggi dengan penyesuaian spesifikasi produk terhadap iklim dan kondisi pemakaian di Indonesia.

Adapun harga saham perdana ZYRX dibuka langsung auto reject atas (ARA) pada listing perdana di BEI hari ini. Saham ZYRX dibuka naik Rp 62 (24,80%) menjadi Rp 312. Harga tersebut bertahan hingga penutupan transaksi saham sesi I hari ini. Sedangkan ZYRX-W dibuka menguat ke level Rp 200 dan mencapai level tertinggi Rp 310, meski akhirnya ditutup menjadi Rp 276 per waran.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN