Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu.com

IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu.com

Listing Perdana, Saham IPTV Langsung Menguat Rp30

Senin, 8 Juli 2019 | 11:58 WIB

JAKARTA, investor.id- Saham Perusahaan TV berbayar, fixed broadband dan layanan konten digital, PT MNC Vision Networks (IPTV) yang listing melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/7/2019), saat perdagangan dibuka pukul 09.00 WIB, langsung menguat Rp 30 (12,5 persen) mencapai Rp 270 per saham dari harga penawaran Rp 240 per saham.

Hingga pukul 10.30 WIB, saham IPTV turun Rp 4 (1,67 persen) mencapai Rp 236 per saham dari harga penawaran dengan frekuensi sebanyak 64.318 kali dengan volume 232,028 juta saham dan menghasilkan nilai sebesar Rp 57,07 miliar.

PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) melepas 3,522 miliar saham ke publik atau 10 persen dari modal yang dikeluarkan dan disetor perseroan dengan harga IPO Rp 240 per saham. Setiap saham berhak atas satu waran untuk membeli satu lembar saham IPTV dengan harga Rp 288.

Direktur Utama PT MNC Vision Networks Tbk, Ade Tjendra mengatakan, dana IPO akan digunakan untuk modal kerja, pengembangan jaringan fixed broadband atau IPTV serta pengembangan layanan konten digital. "IPO ini merupakan langkah strategis perseroan guna memperkuat struktur permodalan," kata Ade Tjendra di sela listing perseroan di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Saat ini kata Ade Tjendra, penetrasi pasar TV berlangganan di Indonesia baru sebesar 13 persen dibandingkan dengan negara di Asia yang mencapai 71 persen. Ceruk pasar ini yang akan digarap perseroan. Apalagi pemerintah tengah menggalakkan digitalisasi industri 4.0. "Dengan potensi ini, penetrasi fixed broadband berpotensi meningkat mencapai 16 persen dengan jumlah pelanggan menjadi 11,3 juta pada 2023," kata Ade Tjendra.

Selain itu, lanjut Ade Tjendra, pertumbuhan industri layanan konten digital (OTT) didukung oleh generasi milenial dan pergeseran kebiasaan dalam menikmati konten hiburan secara digital. "Kami juga akan menyasar segmen pasar menengah ke bawah yang menginginkan lebih banyak pilihan channel TV FTA dengan kualitas yang lebih baik melalui produk jual perangkat di depan dan juga segmen pasar menengah ke bawah TV berlangganan pra-bayar," kata Ade Tjendra.

Pasca-IPO, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) masih mempertahankan 90 persen saham pengendali di IPTV, sebelum pelaksanaan waran. Dengan asumsi semua waran dilaksanakan, BMTR akan mengendalikan 80 persen dari perseroan.

MVN melalui entitas anak bergerak dalam bidang TV berbayar, fixed broadband/IPTV dan layanan konten digital. Perlu diketahui, entitas anak MVN, yaitu PT MNC Sky Vision Tbk, PT MNC Kabel Mediakom (MNC Play), PT MNC OTT Network (MNC Now) dan PT Nusantara Vision (NV). Sedangkan, pelanggan entitas anak MVN bisa menikmati saluran hiburan dan informasi dengan total 185 channel termasuk 35 channel eksklusif.

"Perseroan percaya akan mempertahankan kepemimpinannya di pasar TV Berbayar, IPTV/fixed broadband dan OTT karena layanan end to end yang mencakup selumh spektrum layanan TV berbayar konvensional hingga digital dengan konten yang superior,” kata Ade Tjendra.

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN