Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana Main Hall di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Suasana Main Hall di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Lucy In The Sky Patok Harga IPO Rp 100 Per Saham

Rabu, 14 April 2021 | 12:55 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id -- Pemilik dan pengelola Lucy in the Sky yaitu PT Lima Dua Lima Tiga  mematok harga penawaran umum (initial public offering/IPO) sebesar Rp 100 per lembar saham dengan target raihan dana Rp 33,75 miliar. Perseroan berencana melepas hingga 337,50 juta saham baru atau setara dengan 32,61% kepemilikan setelah IPO. 

”Harga IPO-nya sudah ditetapkan menjadi Rp 100 per lembar saham," ujar Komisaris Lima Dua Lima Tiga sekaligus CEO & Co-Founder Satu Global Investama Calvin Lutfi kepada Investor Daily, Rabu (14/4).

Dari dana IPO, sekitar 60% akan digunakan perusahaan untuk membuka gerai baru, sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas dan memperkuat keberadaannya di pasar. Tahun ini, direncanakan perseroan akan melakukan ekspansi outlet ke kawasan Little Tokyo Blok M, Sarinah, lalu Surabaya dan Medan.

Perseroan juga akan mendirikan kafe dengan konsep Park by Lucy In The Sky di Senopati, Jakarta tahun ini. Sementara pada tahun 2022 perseroan dengan konsep pantai akan mendirikan outlet Lucy By The Beach di PIK 2 dan Bali.

Sedangkan sisanya 40% akan digunakan perseroan untuk belanja modal dan modal kerja untuk gerai yang sudah ada. Adapun, Lucy in the Sky merupakan salah satu pelopor event malam atau nightlife event di ruang F&B yang terletak di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan.

“IPO ini menandai tonggak sejarah perusahaan karena bertepatan dengan ulang tahun ke-9 Lucy in the Sky sebagai tempat ikonik yang mewakili kawasan SCBD dengan atmosfir yang ramah dan bersemangat yang ditemani lampu-lampu kota Jakarta,” tulis manajemen Lucy in the Sky dalam keterangan resmi.

Lucy in the Sky merupakan bagian dari Syah Establishment, yang terkenal dengan hotel, kompleks perumahan, dan tempat lifestyle lainnya. Beberapa tempat yang dikelola oleh Syah Establishment antara lain Sofia at The Gunawarman, Csaba at The Gunawarman, The Gunawarman Hotel, Bloom at Hotel Monopoli, The Moon at Hotel Monopoli, The Room at Hotel Monopoli, dan Hotel Monopoli.

Dalam IPO ini, perseroan juga akan menerbitkan waran seri I sebanyak-banyaknya 236,250 juta waran yang menyertai saham baru atau sebanyak–banyaknya 33,87% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Waran ini akan memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham biasa atas dengan harga pelaksanaan yang akan ditentukan kemudian. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini adalah PT Indo Capital Sekuritas.

Adapun, masa penawaran awal saham ini akan dilakukan pada periode 13–19 April 2021. Tanggal penjatahan pada 29 April 2021, dan distribusi saham serta waran seri I pada 5 Mei 2021. Pencatatan saham dan waran di Bursa Efek Indonesia pada 5 Mei 2021. Calon emiten dari industri food and beverage (F&B) ini nantinya akan melantai di bursa papan akselerasi.

Saat ini, susunan pemegang saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk yakni Felly Imransyah 45,81%, Surya Andarrurachman Putra Tahir 24,52%, dan PT CRA 29,68%.

Berikut jajaran komisaris dan direksi PT Lima Dua Lima Tiga: Komisaris Utama Felly Imransyah, komisaris Calvin Lutfi, dan komisaris independen Sri Wulandari atau akrab disapa artis Wulan Guritno. Sedangkan Surya Andarurachman Putra menjabat sebagai direktur utama dan Randy Suherman sebagai direktur.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN