Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Maju Terus, Sembilan Perusahaan Siap Masuk Bursa

Rabu, 9 September 2020 | 10:03 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjaring sebanyak 42 emiten baru dengan total penggalangan dana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebanyak Rp 4,7 triliun. Hingga kini, sedikitnya sembilan perusahaan lainnya masih mengantre untuk mencatatkan sahamnya di bursa tahun ini, meski ekonomi nasional masih terdampak pandemi Covid-19.

PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menjadi emiten baru ke-41. Sedangkan PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menjadi emiten baru ke-42. Listing saham dua emiten tersebut menyisakan sembilan perusahaan lain di pipeline BEI terkait rencana IPO emiten baru. Sebanyak empat perusahaan dari sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan. Lalu, tiga perusahaan dari sektor pedagangan, jasa dan investasi; satu perusahaan barang konsumsi; satu perusahaan dari sektor aneka industri.

Sebanyak lima calon emiten baru belum mengumumkan periode penawaran umum.  Sementara, empat perusahaan lain telah menggelar penawaran umum dan menargetkan listing antara 10-14 September 2020. Mereka adalah PT Planet Properindo Jaya, PT Rockfields Properti Indonesia, PT Morenzo Abadi Perkasa, dan PT Grand House Mulia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya membuka kesempatan bagi calon emiten tercatat dan penjamin emisi untuk memanfaatkan sistem elektronik IPO (e-IPO). Sistem yang diperkenalkan sejak Agustus tersebut saat ini sudah dapat digunakan dengan masa transisi hingga akhir 2020. “Perusahaan tercatat dan underwriter dapat menggunakan aplikasi ini dan menyampaikan feedback dalam rangka penyempuranaan sistem dimaksud,” jelas dia di Jakarta, Selasa (8/9).

Sementara itu, Puri Global Sukses berhasil menggalang dana IPO Rp 34 miliar dengan menawarkan 200 juta saham baru (20%) pada harga Rp 170 per saham. Selama masa penawaran, saham PURI mengalami kelebihan permintaan mencapai 1,5 kali dari total saham yang ditawarkan.

Direktur Utama Puri Global Sukses Eko Saputro Wijaya menjelaskan, sekitar 96,6% dari dana IPO akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan modal pada anak usaha, yaitu PT Puri Karya Bersama. Selanjutnya dana tersebut akan digunakan oleh Puri Karya untuk pembelian lahan. “Adanya pembelian lahan tersebut akan meningkatkan cadangan lahan yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha perseroan dan anak usaha di masa datang. Sementara sisa dana IPO akan digunakan untuk modal kerja,” jelas dia.

Eko menambahkan, meskipun perseroan berskala kecil dari sisi proyek yang telah dikerjakan maupun cadangan lahan dibandingkan dengan perusahaan sejenis yang sudah go public, namun pihaknya optimistis dalam bersaing dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki. “Perseroan memiliki manajemen berpengalaman dalam industri properti khusus wilayah Kepulauan Riau, lokasi properti yang strategis, harga produk yang kompetitif, dan sinergi yang kuat dengan para pemilik lahan,” jelas dia.

Sebagai informasi, Pur Global berdiri sejak 2016 dan telah mengembangkan 6 proyek properti di Batam yaitu The Monde Residence, The Monde Signature, De Monde Bay Residence, De Monde Junction, De Diamond Residence II dan Permata Residences.

Soho Global

Adapun Soho Global menambah daftar emiten sektor industri barang konsumsi dengan sub-sektor farmasi. Alhasil, BEI sekarang memiliki 10 emiten farmasi. Soho Global merupakan salah satu portofolio investasi dari private equity asal Singapura, Quadria Capital.

Soho Global mengantongi dana IPO sebesar Rp 208,17 miliar dari penawaran saham baru sebanyak 114,38 juta saham (13,78%) pada harga Rp 1.820 per saham. Bersamaan dengan IPO, perseroan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan management incentive program, konversi waran dan konversi convertible notes. Sehingga secara keseluruhan saham yang dikeluarkan perseroan sebanyak 553,29 juta saham.

Presiden Direktur dan CEO Soho Global Health Rogelio Paulino Jr La’ O mengatakan, IPO merupakan langkah strategis bagi perseroan memperkuat posisi di sektor farmasi dan kesehatan di Indonesia. Seluruh dana hasil IPO akan digunakan memperkuat bisnis distribusi yang merupakan aset strategis serta penggerak segmen-segmen bisnis perseroan lainnya.

Soho Global mencatatkan pertumbuhan penjualan di atas 10% selama 3 tahun terakhir, dan mencapai kenaikan 40,7% untuk penjualan selama semester I-2020.

Menurut Rogelio, hal ini tidak terlepas dari kemampuan dan kehandalan perseroan untuk mengeksekusi strategi bisnis dan menghadapi tantangan dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat. Produk unggulan perseroan, Imboost menjadi salah satu merek yang sukses pada kategori obat daya tahan tubuh.

“Pendapatan dari penjualan Imboost tumbuh rata-rata 25% per tahun selama tujuh tahun terakhir. Hingga pertengahan 2020, karena konsumen yang dilayani berada dalam kondisi waspada pandemi, Imboost telah tumbuh lebih dari 100%,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN