Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tijili Benoa Warung Bamboo Beach

Tijili Benoa Warung Bamboo Beach

DIDUGA ULAH MAFIA PASAR

Manajemen Nara Hotel: IPO Saham Perseroan Sudah Sesuai Aturan

Jumat, 7 Februari 2020 | 20:47 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Manajemen PT Nara Hotel Internasional Tbk melakukan audiensi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penundaan pelaksanaan pencatatan (listing) saham Jumat (7/2). Perseroan juga menyebutkan akan terus berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan investor.

OJK sebelumnya meminta Nara Hotel untuk menunda listing saham di BEI Jumat (7/2). Penundaan dilakukan akibat adanya pengaduan sejumlah investor terkait pemesanan dan penjatahan saham perseroan. Penundaan tersebut dilaksanakan hingga jangka waktu belum ditentukan.

"Kami sudah beraudiensi dengan OJK dan BEI pagi ini (Jumat 7/2). Intinya, kami tunduk pada aturan dan ketentuan OJK dan bursa. Nara Hotel juga akan berkomitmen penuh menjaga kepercayaan investor,” ujar Dirut Nara Hotel Adrianus Daniel Sulaiman melalui penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (7/2).

Adrianus Daniel Sulaiman menambahkan, pelaksanaan penawaran umum perdana (intial public offering/IPO) saham perseroan telah mematuhi seluruh aturan regulator, termasuk ketentuan prospektus. Seluruh prosedur tata cara pemesanan saham juga sudah diikuti, sehingga penawaran umum perseroan pada 3 dan 4 Februari 2020 sudah sesuai syarat dan peraturan yang berlaku.

“Setiap calon investor telah mengisi surat Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) dan memenuhi seluruh persyaratan administratif lainnya. Pemodal juga telah mememuhi syarat pembelian saham dengan melengkapi kelengkapan administrasi, termasuk menyetorkan sejumlah dana sesuai dengan saham yang dipesan,” terangnya.

Menurut dia, pemesanan saham perseroan berasal dari 631 investor dan hanya 10 investor yang mengatakan kejanggalan dan memprotes pemesanan saham tersebut ke otoritas. "Bahkan, sepuluh investor tersebut meminta penudaan IPO saham perseroan. Contohnya, mereka sudah mengisi dan menandatangani FPPS untuk pembelian 1000 saham dan telah menyetor dana sebesar nilai pemesanan. Namun begitu pesanannya dipenuhi 1.000 saham, mereka menolak dan meminta hanya ingin 100 saham. Ini kan aneh," papar Daniel.

Daniel menambahkan, perseroan justru ingin memberikan kesempatan yang besar kepada investor ritel untuk mendapatkan saham perdana perseroan, sesuai dengan visi dan misi OJK. Nara Hotel juga menginginkan saham perdananya terdistribusi dengan baik dan merata ke seluruh investor ritel. ”Nara Hotel ingin mendukung program di pasar modal agar masyarakat umum memiliki kesempatan yang sama dengan investor skala besar lainnnya,” ungkapnya.

Menurut dia, hal ini perlu dilakukan agar ekosistem pasar modal di Indonesia berjalan dengan baik, yaitu saham perdana yang ditawarkan bisa terdistribusi kepada masyarakat secara merata dan bukan dikuasai oleh segelintir orang.

Mafia Pasar

Corporate Legal Director Nara Hotel Yudistira Putra Sakti mengatakan, permintaan penundaan listing saham perseroan tersebut diduga sebagai langkah oknum mafia pasar modal untuk menguasai IPO saham Nara Hotel. “Mafia pasar modal tersebut gagal menguasai saham perdana perseroan, sehingga mereka menyerang balik dengan memunculkan isu negatif,” terangnya.

Dia menambahkan, praktik-praktik mafia pasar yang ingin menguasai IPO saham seharusnya dibasmi. Pasar modal diharapkan menjadi milik masyarakat dan investor publik harus bisa menikmati hasil positif dari investasinya. Hal akan mendukung iklim investasi di Indonesia tetap terjaga.

"Kami berharap keadilan dan regulator dapat membasmi oknum mafia-mafia pasar modal. Mari kita percayakan pada regulator yang berwenang menyelesaikan masalah ini," ungkapnya.(hut)

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN