Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Share kapitalisasi pasar di BEI

Share kapitalisasi pasar di BEI

Mega-Merger dan IPO Unicorn Berdampak Positif

Senin, 10 Mei 2021 | 14:13 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com) ,Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id) ,Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –    Founder & CEO Digital Enterprise Indonesia Bari Arijono menyatakan bahwa mega-merger Gojek dan Tokopedia dan langkah IPO dapat dipandang dari tiga sisi.

Pertama, merger dan IPO ini akan sangat menguntungkan investor penyandang dana. IPO yang akan melibatkan SPAC merupakan kepentingan investor, yang kurang memberikan manfaat bagi ekonomi digital di Indonesia dan dampaknya ke masyarakat.

Tiga Unicorn siap melantai di Bursa
Tiga Unicorn siap melantai di Bursa

Startegi meraih dana global dengan menggandeng SPAC ini sukses dijalankan di AS, Hongkong, Jepang, dan Tiongkok. Kedua, merger ini bukan dalam rangka meningkatkan skala ekonomi perusahaan.

Manajemen GoJek dan Tokopedia
Manajemen GoJek dan Tokopedia

Ketiga, merger ini cenderung menghilangkan kesempatan bagi milenial untuk berinovasi. Visi misi awal yang diusung Gojek dan Tokopedia bisa jadi kehilangan arah dan marwahnya, karena disetir oleh investor.

“Gojek dan Tokopedia adalah contoh dan model bisnis digital yang bagus, harusnya diduplikasi, bukan digabung. Butuh 10-20 entrepreneur inovatif seperti ini agar menguntungkan buat bangsa,” kata dia.

Founder & CEO Digital Enterprise Indonesia Bari Arijono. Foto: IST
Founder & CEO Digital Enterprise Indonesia Bari Arijono. Foto: IST

Namun Bari Arijono juga mengakui bahwa aksi IPO Gojek-Tokopediaakan berdampak positif bagi bursa domestik. Langkah ini akan menarik minat investor asing, sekaligus menjadi alternatif investasi portofolio bagi investor lokal.

Sedangkan Direktur Panin Asset Management Rudiyanto berpendapat, rencana IPO sejumlah unicorn- decacorn akan memperkaya pilihan por tofolio saham bagi investor, khususnya saham teknologi dengan kapitalisasi besar yang selama ini belum ada.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto. Foto: IST
Direktur Panin Asset Management Rudiyanto. Foto: IST

Hal ini tentunya akan sangat menarik lebih banyak dana asing yang masuk ke bursa domestik. Dia yakin IPO unicorn akan disambut positif pelaku pasar dan investor.

“Dengan kapitalisasi pasar yang besar, manajer investasi juga akan mempertimbangkan sebagai bagian dari portofolio reksa dana,” katanya kepada Investor Daily.

Presiden Direktur Shinhan Asset Management Indonesia Tjiong Toni.Foto: IST
Presiden Direktur Shinhan Asset Management Indonesia Tjiong Toni.Foto: IST

Hal senada dikemukakan Presiden Direktur Shinhan Asset Management Indonesia Tjiong Toni. Menurut dia, bursa akan menjadi lebih menarik buat investor asing maupun domestik, karena menambah pilihan emiten berkapitalisasi besar kategori new economy.

“Yang ada sekarang hanya ada lima saham sekelas super bluechip seperti BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII. Mereka adalah perusahaan old era economy,” ujarnya.

Direktur Investment Banking PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli. Foto: IST
Direktur Investment Banking PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli. Foto: IST

Dihubungi terpisah, Direktur Investment Banking PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli menilai aksi IPO saham unicorn berdampak sangat baik untuk perkembangan pasar modal Indonesia. Pasalnya, selama ini industri pasar modal Indonesia banyak dikuasai oleh pelaku industri yang bergerak di bidang konvensional.

Langkah ini akan mendorong perusahaan start-up lainnya berlomba- lomba meningkatkan valuasinya. Mereka juga ingin menjadi the next unicorn ataupun decacorn dan melantai di BEI.

Top 10 kapitalisasi pasar di BEI
Top 10 kapitalisasi pasar di BEI

Saat ini, Sinarmas Sekuritas belum menerima mandat untuk mendukung IPO perusahaan unicorn. Namun, kata Kerry, ke depan dia berharap bisa menjadi underwriter salah satu dari unicorn yang akan IPO. (gtr/tl)

Baca juga

https://investor.id/market-and-corporate/valuasi-megaipo-unicorn-us-100-m

https://investor.id/market-and-corporate/bukalapak-dan-traveloka-berniat-dual-listing

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN