Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.  (Foto: ID/David Gita Roza)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: ID/David Gita Roza)

Menko Airlangga Dorong Peningkatan Nilai IPO Saham Tahun Depan

Rabu, 30 Desember 2020 | 19:36 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan perlunya mendorong peningkatan nilai penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 2021. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun depan.

“Hal ini perlu ditingkatkan dan menjadi modal kita untuk pengembangan pasar ke depan,” kata Airlangga dalam Seremoni Penutupan Perdagangan BEI 2020, Rabu (30/12). Tahun ini, nilai IPO hanya sebesar Rp 5,28 triliun dari 51 emiten baru.

Dia optimistis tahun depan pasar saham lebih baik, sehingga mendukung lebih banyak perusahaan untuk melangsungkan IPO. Membaiknya pasar seiring distribusi vaksin Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. “Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 81% atau lebih tinggi dari rata-rata global. Ini diharapkan menjadi pendorong pemulihan ekonomi dan pasar modal,” tutur dia.

Secara total, emiten yang telah mencatatkan sahamnya di BEI mencapai 713 perusahaan. Di sisi lain, menurut dia, nilai transaksi di pasar saham selama pandemi empat kali lipat dari biasanya. “Ini menunjukkan kepercayaan investor yang tidak surut,” ujar Airlangga.

Dia menegaskan, ekonomi pasca pandemi 2020 akan lebih cepat pulih dibandingkan krisis moneter 1998 dan krisis finansial 2008. Hal ini tercermin dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sebelumnya membutuhkan waktu dua tahun untuk pulih setelah krisis 1998 dan 1 tahun setelah krisis finansial 2008.

Airlangga memperkirakan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa menyentuh 80% di pengujung tahun 2020. Jika prediksi tersebut tercapai, maka total realisasi PEN setidaknya menyentuh Rp 556,16 triliun dari total Rp 695,2 triliun.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis seluruh pelaku industri pasar modal akan lebih kuat dan resilient menghadapi tantangan pada 2021. Sementara itu, total penghimpunan dana emiten di BEI sepanjang 2020 mencapai Rp 118,7 triliun dari total 169 aksi penawaran umum.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN