Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi proyek Green Cleosa, Tangerang, Banten

ilustrasi proyek Green Cleosa, Tangerang, Banten

OJK Terbitkan Pernyataan Efektif IPO Saham Bhakti Agung

Parluhutan Situmorang, Jumat, 30 Agustus 2019 | 18:36 WIB

JAKARTA, investor. Id - PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BAPI) resmi mendapat pernyataan efektif untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jumat (30/8). Bhakti Agung masuk bursa lewat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

"Dengan efektifnya pernyataan pendaftaran ini, maka perusahaan (Bhakti Agung) wajib tunduk pada peraturan pasar modal," tegas Hoesen, kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, dalam surat bernomor S-126/D.04/2019, di Jakarta, Jumat.

Di sisi lain, Dewan Komisaris OJK lewat keputusan nomor 57/D.04/2019 menetapkan saham Bhakti Agung Propertindo masuk dalam Daftar Efek Syariah. "Iya, saham kami masuk efek syariah," kata Corporate Secretary PT Bhakti Agung Propertindo Tbk Agri Rahadiyan, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, dengan masuknya BAPI di pasar modal, merupakan pintu gerbang kami untuk dapat mengembangkan sektor properti di Indonesia. 

"Salah satu alokasi dana kami adalah untuk menyelesaikan proyek Apartment Green Cleosa yang berlokasi di Ciledug Tangerang, dan kami gunakan untuk pembayaran pinjaman ke perbankan sebagian," jelas Agri Rahadiyan.

Sementara itu, Dendo Makadada, direktur utama Morning Star Capital selaku Advisory IPO Bhakti Agung menyatakan, proceed saham 30% untuk publik. Jumlah saham yang menggelontor pasar sejumlah 1.677.522.000 lembar atau senilai Rp 251.628.300.000. "Harga penawaran umum Rp 150," paparnya, di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan, penggunaan dana hasil IPO, 20% untuk pembayaran utang bank, dan 80% untuk operation expenditure (opex). Modal kerja itu untuk penyelesaian Konstruksi dua bangunan apartemen, hotel, dan Stikes. "IPO merupakan langkah strategis yang bisa diambil oleh defensive business sector untuk tetap ekspansi," kata Dendo.

Bertindak selaku Penjamin Emisi Efek, MNC Sekuritas dan NH Korindo. Lalu, Sekuritas Sindikasi adalah Valbury Sekuritas.

Agung Hadi Tjahjanto, direktur utama PT Bhakti Agung, sebelumnya mengatakan, pihaknya tengah menggarap proyek Green Cleosa Apartment and Condotel. Proyek yang berdiri di Ciledug, Kota Tangerang tersebut mencakup dua menara, yakni tahap pertama, Tower Berosa dan STIKES. Lalu, tahap kedua, Tower Arcleo dan kondominium hotel (kondotel).  “Gedung STIKES memiliki luas  sekitar 5.000 meter persegi,” ujarnya.

Green Cleosa merupakan apartemen pertama di pusat bisnis Kota Tangerang yang berlokasi strategis dekat dengan pusat perbelanjaan dan transportasi umum yang beroperasi 24 jam. Permintaan apartemen di kawasan itu dinilai masih cukup tinggi dimana hal itu dapat terlihat dari penjualan menara pertama Cleosa yang sudah mencapai separuh dari total unit yang ditawarkan. “Penjualan kami sudah mencapai 50% untuk menara pertama yang berkapasitas 600 unit,” ujar Agung Hadi. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA