Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja sedang mengatur kelapa sawit di sebuah pabrik di Sepang, Malaysia pada 20 November 2014. Sektor minyak sawit raksasa Malaysia sedang menghadapi ancaman baru setelah pedagang India diminta menghentikan pembelian di tengah perselisihan atas Kashmir. ( Foto: AFP / Mohd RASFAN )

Pekerja sedang mengatur kelapa sawit di sebuah pabrik di Sepang, Malaysia pada 20 November 2014. Sektor minyak sawit raksasa Malaysia sedang menghadapi ancaman baru setelah pedagang India diminta menghentikan pembelian di tengah perselisihan atas Kashmir. ( Foto: AFP / Mohd RASFAN )

LISTING PERDANA

Palma Serasih Targetkan Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit Kedua Tuntas 2020

Thereis Love Kalla, Senin, 25 November 2019 | 17:12 WIB

JAKARTA, Investor.id – PT Palma Serasih Tbk (PSOG) membidik penyelesaian pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) kedua tahun 2020. Perseroan juga sedang gencar memperluas lahan perkebunan kelapa sawit ke depan.

Direktur Palma Serasih Astrida Novieta mengatakan, proses pembangunan PKS kedua sedang berlansung. "Kami harapkan menyelesaikan pembangunan tersebut tahun depan," ujarnya usai listing perdana saham PSOG di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (25/11).

Perseroan sebelumnya berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 299,25 miliar dari aksi penawaran saham kepada investor publik. Palma Serasih melepas sebanyak 2,85 miliar sahamnya  dengan harga penawaran sebesar Rp 105 per unit saham.

Dia mengatakan, Palma Serasih akan menggunakan dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/ IPO) saham tersebut untuk peningkatan penyertaan modal di entitas anak dalam rangka ekspansi usaha.

"Sebesar 43,66% akan digunakan untuk capex penanaman lahan, modal kerja 29,76%, tambahan dana pembangunan pabrik kelapa sawit 14,15%, dan capex non-tanaman 12,44%," kata dia.

Astrida menambahkan, perseroan terus berupaya untuk membenahi kinerja keuangannya agar dapat mencatatkan hasil yang positif. "Perseroan masih menderita rugi hingga sekarang, tapi kami terus berupaya agar dapat membukukan laba dalam satu sampai dua tahun ke depan," imbuhnya.

Berdasarkan laporan keuangan Mei 2019, perseroan mencetak rugi periode berjalan sebesar Rp 2,11 miliar. Sedangkan pendapatan tercatat sebesar RP 6,6 miliar, naik 194,6% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,24 miliar.

Hingga saat ini perseroan telah mengoperasikan lima anak usahanya denga luas lahan yang dimiliki kurang lebih sebesar 80.900 hektare (ha) dan area tertanam kurang lebih seluas 31.000 ha. Hingga penutupan perdagan saham di BEI, saham saham PSGO ditutup hingga mengalami penolakan otomatis (auto reject) atas setelah berhasil menguat Rp 73 (69,52%) menjadi Rp 178.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA