Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta.  Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pasar Modal Masih Volatile, Sejumlah Sekuritas Terus Kawal Rencana IPO

Thereis Kalla, Rabu, 18 Maret 2020 | 15:16 WIB

JAKARTA, investor.id – Di tengah situasi pasar modal yang kian rentan akibat dibayangi virus Korona, sejumlah sekuritas tetap mengawal beberapa rencana calon emiten untuk tetap melaksanakan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/ IPO) saham di tahun ini. Mereka berusaha meyakinkan para calon emiten bahwa situasi yang terjadi saat ini hanyalah sementara.

Direktur Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli mengungkapkan, pada semester satu ini masih akan mengantarkan tiga calon emiten untuk menggelar IPO meski situasi pasar sedang tidak pasti. Secara rinci, tiga calon emiten tersebut, bergerak pada sektor Infrastruktur Teknologi, properti, dan pabrikan.

“Total emisinya, masing-masing tidak terlalu besar, di kisaran Rp 30- Rp 50 miliar,” jelasnya di Jakarta baru-baru ini.

Kerry menambahkan, pada tahun ini Sinarmas Sekuritas menargetkan dapat mengantar delapan perusahaan untuk dapat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, setengah dari target tersebut telah terpenuhi, apabila pelaksanaan IPO tiga perusahaan yang akan datang terealisasi.

Adapun, dalam waktu dekat ini Sinarmas Sekuritas akan mengantar PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk untuk mencatatkan sahamnya di BEI pada 8 April mendatang. Kerry menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan roadshow dalam masa penawaran umum saham Cashlez.

Direktur Utama PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk Tee Teddy Setiawan (dua dari kiri) berbincang dengan Direksi Cashlez Tan Leny Yonathan dan Suwandi (kanan) serta Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli (kiri), di sela paparan publik di Jakarta, Senin (16/3/2020). Foto: Investor Daily/.DAVID GITA ROSA
Direktur Utama PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk Tee Teddy Setiawan (dua dari kiri) berbincang dengan Direksi Cashlez Tan Leny Yonathan dan Suwandi (kanan) serta Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli (kiri), di sela paparan publik di Jakarta, Senin (16/3/2020). Foto: Investor Daily/.DAVID GITA ROSA

Cashlez mengincar dana hingga Rp 100 miliar dari IPO saham. Perseroan melepas 300 juta saham biasa atas nama, atau sebanyak-banyaknya 20,298% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan harga penawaran sebesar Rp 298 – Rp 358

Secara terpisah, Presiden Direktur Jasa Utama Capital Sekuritas Deddy Suganda Widjaja mengatakan, hingga saat ini tidak ada calon emiten yang membatalkan rencana untuk IPO pada tahun ini.

Rencananya, dua calon emiten tersebut berencana menghimpun dana masing- masing sebesar Rp 200 miliar dan Rp 100 miliar. “Kita tetap jalan, yang dua perusahaan harapannya bisa IPO di semester satu, satunya lagi di semester dua,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2020. Jasa Utama Capital Sekuritas telah membawa tiga perusahaan untuk listing di BEI. Pertama, PT Esta Multi Usaha Tbk, dengan melepas sebanyak 250 juta saham atau sebanyak-banyaknya 26,77% dari modal ditempatkan dan disetor.

Kedua, PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk dan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk yang menawarkan 10 miliar saham atau setara sebesar 30,075% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.

Sementara itu, CEO KGI Sekuritas Antony Kristanto mengatakan, akan memantau terlebih dahulu kondisi pasar modal untuk dapat mempertimbangkan kelanjutan proses IPO salah satu calon emitennya.

“Kita lagi mempertimbangkan ada satu IPO, kalo situasi market kaya gini kita lihat juga situasinya,” kata dia.

Menurut Antony, rencananya proses IPO akan dilakukan pada semester dua 2020. Namun dengan situasi pasar modal yang belum kondusif, pihaknya harus menunggu kebijakan yang tepat dari kantor pusat KGI Sekuritas.

Di sisi lain, terus terpangkasnya pergerakan IHSG, hingga otoritas BEI terpaksa melakukan trading halt  atau pembekuan sementara, sangat berdampak pada nilai transaksi pada KGI Sekuritas.

“Pasti berdampak, apalagi kalau trading halt, itu kita tidak ada pemasukan, sehingga berpengaruh ke pendapatan kita,” jelasnya.

Adapun, sepanjang tahun berjalan ini, BEI telah kedatangan 18 emiten baru. Sedangkan dalam pipeline BEI  per hari ini (18/3) masih terdapat sebanyak 23 emiten yang akan melakukan IPO saham.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN