Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melintas di depan layar elektronik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (18/3/2020).  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melintas di depan layar elektronik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (18/3/2020). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pelemahan IHSG Tidak Surutkan Minat IPO Saham Perusahaan

Thereis Love Kalla, Rabu, 18 Maret 2020 | 19:02 WIB

JAKARTA, Investor.id -  Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sejumlah emiten diperkirakan tetap berlanjut sesuai jadwal, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) telah anjlok dalam sejak pandemik covid-19 meandan dunia.

Direktur Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli mengungkapkan, perseroan masih optimistis membawa tiga perusahaan masuk bursa sepanjang semester I tahun ini. Ketiga calon emiten terdiri atas emiten sektor infrastruktur teknologi, properti, dan pabrikan. “Nilai emisi masing-masing perusahaan berkisar Rp 30- Rp 50 miliar,” jelasnya, di Jakarta, baru-baru ini.

Tahun ini, dia mengungkapkan, Sinarmas Sekuritas menargetkan dapat mengantar delapan perusahaan untuk dapat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setengah dari target tersebut bakal terpenuhi, apabila pelaksanaan IPO tiga perusahaan bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Saat ini, Sinarmas Sekuritas sedang menggelar roadshow dalam masa penawaran umum saham PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk dengan target listing di BEI pada 8 April tahun ini. Cashlez mengincar dana hingga Rp 100 miliar dengan melepas 300 juta saham atau sebanyak-banyaknya 20,298% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO saham. Saham Casdlez ditawarkan dalam rentang harga Rp 298 – Rp 358

Secara terpisah, Presiden Direktur Jasa Utama Capital Sekuritas Deddy Suganda Widjaja mengatakan, pihaknya belum menerima permintaan pembatalan IPO saham sampai sekarang akibat berlanjutnya penurunan IHSG dalam beberapa hari terakhir.

“Saat ini, kami sedang memproses IPO saham dua perusahaan dengan target dana masing-masing emiten sebesar Rp 200 miliar dan Rp 100 miliar. Kedua perusahaan tetap optimistis masuk bursa, yaitu satu perusahaan di semester satu dan sisanya semester dua tahun ini,” ujarnya.

Jasa Utama Capital Sekuritas sebelumnya telah membawa tiga perusahaan listing di BEI, yaitu PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) dengan melepas sebanyak 250 juta saham atau 26,77% dari modal ditempatkan dan disetor. Sisany, PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) dan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) yang telah listing beberap pekan lalu.

Sementara itu, CEO KGI Sekuritas Antony Kristanto mengatakan, pihaknya akan memantau terlebih dahulu kondisi pasar modal untuk dapat mempertimbangkan kelanjutan proses IPO satu calon emiten yang telah menunjuk KGI Sekuritas sebagai underwriter.

“Kami akan mempertimbangkan IPO saham satu perusahaan. IPO saham perusahaan tersebut ditargetkan pada semester dua 2020. Namun dengan situasi pasar modal yang belum kondusif atau menunggu kebijakan dari kantor pusat KGI Sekuritas,” imbuhnya.

Adapun, sepanjang tahun berjalan ini, BEI telah kedatangan 18 emiten baru. Sedangkan dalam pipeline BEI per hari ini (18/3) masih terdapat 23 emiten yang sedang memproses IPO saham.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN