Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Friderica Widyasari. Foto: IST

Friderica Widyasari. Foto: IST

Peraturan OJK Permudah Perusahaan Lakukan IPO

Farid Firdaus/Imam Suhartadi, (elgor)  Rabu, 24 Juni 2020 | 14:52 WIB

JAKARTA, investor.id – Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari mengatakan, minat IPO emiten di BEI sudah tinggi sebelum pandemi Covid-19. Hal ini berkat OJK yang sudah membuat peraturan yang memudahkan perusahaan menggelar IPO.

“Memang, ada beberapa calon emiten yang ditangani Danareksa Sekuritas menunda rencana IPO, lantaran tidak percaya diri menyusul terjadinya pandemi Covid-19. Tapi, sekali lagi IPO adalah strategi jangka panjang. Tak ada yang pernah tahu waktu terbaik untuk masuk pasar itu kapan, karena apa pun bisa terjadi,” jelas dia dalam Zoom with Primus dengan topik “Prospek IPO Saat Pandemi”, Selasa (23/6/2020).

Diskusi virtual yang disiarkan langsung Beritasatu TV dan dipandu Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu menghadirkan juga Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat PT BEI Saptono Adi Junarso, dan Dirut PT Cashlez Wolrdwide IndonesiaTbk Tee Teddy Setiawan. 

Zooming with Primus: IPO Saat Pandemi, di BeritasatuTV, Selasa (23/6/2020). Sumber: BSTV
Zooming with Primus: IPO Saat Pandemi, di BeritasatuTV, Selasa (23/6/2020). Sumber: BSTV

Friderica menambahkan, PSBB juga membawa berkah tersendiri terhadap transaksi di pasar saham.

Riset Danareksa Sekuritas mencatat, nilai transaksi investor ritel meningkat signifikan. Sebab, kemungkinan investor bisa lebih leluasa melakukan trading saham dari rumah, ketimbang dari kantor.

“Hal tersebut sesuai dengan tujuan Danareksa untuk mendorong partisipasi investor domestik. Ini bisa membuat daya tahan pasar lebih kuat,” imbuhnya.

Kalau dilihat dari kacamata calon investor, lanjut dia, jelas banyak faktor yang dipertimbangkan untuk IPO saat pandemi. Pihaknya melihat, ada beberapa sektor yang mempunyai daya tahan kuat di kala pandemi, seperti sektor barang konsumsi dan menara telekomunikasi.

“Stimulus dari pemerintah pada sejumlah sektor bisa memberikan kepercayaan diri para emiten di sektor tersebut masuk ke pasar modal. Di Danareksa, kami sempat punya calon emiten dari sektor poultry yang ketika ekonomi mulai dibuka kembali, secara perlahan kepercayaan diri perusahaan ini kembali,” ujar dia.

Dia juga menambahkan, sekarang merupakan momentum yang bagus untuk membeli saham. Ini didukung fundamental ekonomi Indonesia yang masih baik.

“Jadi, (jangan ketinggalan), apakah Anda hanya mau jadi penonton? Biasanya kalau market take off, yang masuk duluan akan jadi pemenang,” ujarnya.

IPO Untung Sekarang

Tee Teddy Setiawan, Dirut PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk dalam Zooming with Primus: IPO Saat Pandemi, di BeritasatuTV, Selasa (23/6/2020). Sumber: BSTV
Tee Teddy Setiawan, Dirut PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk dalam Zooming with Primus: IPO Saat Pandemi, di BeritasatuTV, Selasa (23/6/2020). Sumber: BSTV

Direktur Utama PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) Tee Teddy Setiawan mengatakan, sebagai emiten pendatang baru, sebenarnya perseroan telah merencanakan IPO sebelum pandemi terjadi. Pihaknya juga mengakui, proses roadshow atau pendekatan terhadap para investor selama pandemic cukup terkendala karena ada pembatasan sosial.

“Namun, hal ini tidak mengecilkan niat kami untuk IPO. Bagi kami, IPO saat pandemi adalah blessing karena kita masuk ketika market sudah terdiskon. Juga investor ritel di secondary market lebih baik pada saat sekarang. Ini sesuai cita-cita kami yang ingin punya lebih banyak investor ritel. Jika masuk sekarang ketika harga saham turun, ini ke depan akan naik juga,” tandas dia.

Menurut Teddy, pihaknya mencatat saat ini investor yang memiliki saham perseroan lebih banyak investor ritel, ketimbang institusi. Ini baik bagi Cashlez. Pihaknya juga optimistis, fundamental ekonomi Indonesia masuk kuat. Oleh karena itu, investor asing bisa berangsur-angsur masuk kembali ke pasar karena ada kepercayaan diri dan stimulus dari pemerintah, apalagi setelah pandemi selesai.

IT Diapresiasi Investor

Friderica Widyasari, Dirut PT Danareksa Sekuritas dalam Zooming with Primus: IPO Saat Pandemi, di BeritasatuTV, Selasa (23/6/2020). Sumber: BSTV
Friderica Widyasari, Dirut PT Danareksa Sekuritas dalam Zooming with Primus: IPO Saat Pandemi, di BeritasatuTV, Selasa (23/6/2020). Sumber: BSTV

Friderica mengatakan lebih lanjut, perusahaan atau emiten yang berbasis teknologi informasi (IT) akan diapresiasi atau di-reward investor setelah ada pandemi Covid-19. Bisnis-bisnis lama yang tidak memperhatikan IT akan ditinggalkan.

Dia juga menyatakan, teknologi menjadi backbone pengembangan infrastruktur pasar modal. Dibanding negara lain, infrastruktur IT di Bursa Efek Indonesia termasuk yang sangat maju.

Friderica yang akrab disapa Kiki ini menyatakan lebih lanjut, sektor di Bursa Efek Indonesia yang memiliki daya tahan tinggi selama pandemi adalah rokok, telekomunikasi, tower, dan barang konsumsi.

“Ke depan, sektor yang resiliensinya tinggi dalam kondisi apa pun antara lain sektor barang konsumsi,” kata dia.

Kiki menambahkan, setelah banyak investor keluar dari bursa dan indeks saham sempat menembus 3.900 ketika terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia, kini kepercayaan sudah pulih. Investor mulai membeli saham.

“Indeks kini sudah kembali mendekati 5.000. Jadi, kepercayaan pasar tinggi dan sekarang merupakan momentum yang bagus untuk membeli saham,” tandasnya. (hg/en)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN