Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana main hall di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Suasana main hall di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pererat Hubungan dengan Suporter, BEI Ajak Klub Sepak Bola Go Public

Senin, 29 Maret 2021 | 09:11 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id-Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak klub sepak bola untuk menjual sebagian saham perusahaan kepada publik melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) atau go public. Langkah ini diyakini Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna dapat mempererat hubungan antara klub sepak bola dan para pendukungnya (suporter).

Nyoman menjelaskan, sebagai publicly listed company, manfaat yang didapatkan perusahaan tidak hanya terbatas pada pendanaan segar saat IPO, klub sepak bola yang sudah tercatat dapat menerbitkan sahamnya kembali kepada publik melalui rights issue, sehingga melalui pasar modal klub sepak bola dapat memperoleh pendanaan yang berkelanjutan. Jika memiliki porsi kepemilikan publik lebih dari 40%, klub bola akan mendapat insentif penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) Badan sebesar 3%.

”Ketika perusahaan menjadi public listed company, exposure atas klub sepak bola tersebut tentu akan meningkat karena semakin banyak yang mengekspos seperti analis, media, investor, dan pihak-pihak lain. Hal ini menjadi sarana promosi dan meningkatkan mitra strategis atau sponsorship bagi klub,” ujarnya di Jakarta, Senin (29/3).

Selain itu klub sepak bola juga dapat memperoleh manfaat lain di antaranya meningkatkan profitabilitas atau efisiensi, dan juga memperkuat tata kelola perusahaan.

”Selain itu, suporter juga dapat turut memiliki klub sepak bola favorit mereka, sehingga engagement antara para suporter dan klub sepak bola dapat meningkat,” ungkap Nyoman.

Setelah PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) perusahaan yang mengelola klub sepakbola Bali United resmi dicatatkan dan diperdagangkan di BEI pada 17 Juni 2019 dan menjadi emiten bola pertama yang melakukan IPO di Asia Tenggara, menurut Nyoman sebenarnya ada beberapa klub sepak bola di Indonesia yang telah menunjukkan minat untuk dapat melakukan IPO dan memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk bertransformasi dan bertumbuh.

Hal tersebut, kata dia, terbukti dengan adanya satu klub sepak bola yang melakukan pendaftaran menjadi perusahaan tercatat ke bursa pada 2020. Namun, kondisi ekonomi dan pasar modal yang dinamis memberikan dampak diperlukannya persiapan yang lebih komprehensif untuk masuk ke pasar modal.

”Kami berharap seiring dengan kondisi pemulihan perekonomian dan pasar modal yang semakin kondusif tahun ini, serta adanya kemungkinan akan dimulainya kembali kompetisi liga sepak bola di Indonesia, maka rencana klub-klub sepak bola tersebut untuk menjadi perusahaan tercatat di BEI akan segera dapat terealisasi,” ungkap Nyoman.

Oleh karena itu, adanya kabar rencana IPO PT Persis Solo Saestu (PSS) yang dikelola oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan putra bungsu Presiden Jokowi Kaesang Pangarep disambut antusias oleh pihak bursa.

”Informasi tentang rencana IPO dari Persis Solo merupakan kabar yang menggembirakan dan tentunya kami menyambut baik atas rencana tersebut. Kami dengan senang hati akan memberikan dukungan melalui diskusi dan sharing informasi mengenai IPO dan menjadi perusahaan tercatat di BEI,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Nyoman menyampaikan bahwa sampai dengan 26 Maret 2021, BEI telah memiliki 24 pipeline saham, namun belum terdapat klub bola di dalamnya. Untuk itu, dia berharap Persis Solo dan klub-klub sepak bola lainnya di Indonesia dapat segera menjadi perusahaan publik dan tercatat di BEI, sehingga memberikan kesempatan para supporter klub tersebut untuk ikut memiliki sahamnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Persis Solo Saestu Kaesang Pangarep menyatakan bahwa dirinya memiliki mimpi besar Persis Solo melantai di bursa saham atau menjadi perusahaan terbuka (Tbk). Putra Presiden Joko Widodo itu ingin Persis Solo menjadi klub profesional dan dimiliki publik secara luas untuk menyokong kebutuhan keuangan klub.

Kaesang pun tak sungkan menyebut klub sepak bola Bali United sebagai inspirasi bagaimana sebuah klub sepak bola di Indonesia melakukan IPO. Bali United menjadi pioneer klub sepak bola yang melantai di bursa saham. Belakangan Kesang juga sudah berkonsultasi dengan petinggi Bali United seperti Pieter Tanuri dan Yabes Tanuri terkait keinginan Persis Solo IPO.

“Sekarang kan kami melihat Bali United sebagai kakak, sebagai pembimbing. Soal melantai di bursa saham ya harus no, harus itu,” kata Kaesang.

Pemilik usaha Sang Pisang itu berharap penawaran perdana saham Persis Solo dapat terlaksana sebelum Persis berusia satu abad pada 2023 mendatang. “Kami ingin warga Solo juga dapat memiliki Persis,” ujar dia.

Sedangkan, Menteri BUMN Erick belum lama ini membeli saham Persis Solo sebanyak 20%. Jejak Erick di dunia sepak bola memang sudah luas. Sebelumnya, Erick juga mengakuisisi salah satu klub sepakbola asal Inggris, Oxford United bersama dengan Anindya Bakrie, calon ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Erick juga sempat membeli saham Inter Milan pada 2013. Namun jejak kepemilikan Erick di Inter hanya berlangsung enam tahun sampai 2019. Pada 2019, Erick juga melepas posisinya sebagai Wakil Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat, perusahaan pengelola klub Persib Bandung.

Alhasil untuk kepemilikan saham PT PSS, yakni Kaesang menguasai 40% saham, disusul Kevin Nugroho sebanyak 30% yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT PSS, lalu Erick Thohir menguasai 20%.

 

Editor : Trimurti (trimurti@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN