Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Minat korporasi untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham masih tinggi pada semester II-2018 dan tahun depan, meski pasar masih volatile. IPO saham menjadi pilihan, karena dianggap lebih murah dan fleksibel untuk menggalang dana.Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Minat korporasi untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham masih tinggi pada semester II-2018 dan tahun depan, meski pasar masih volatile. IPO saham menjadi pilihan, karena dianggap lebih murah dan fleksibel untuk menggalang dana.Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Perluas Pendanaan, Trinitan Metals and Minerals Berencana IPO Anak Usaha

Sabtu, 19 September 2020 | 09:09 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) kian ekspansif dengan berencana mencatatkan saham entitas anak usahanya yakni PT Hydrotech Metals Indonesia (HMI) sebagai bentuk komitmen perseroan dalam mengembangkan pengolahan dengan Hidrometalurgi.

Direktur Utama Trinitan Metals and Minerals, Petrus Tjandra menjelaskan langkah ini diambil lantaran minat para investor untuk berinvestasi pada saham yang bergerak di bidang pertambangan cukup tinggi. Namun sayangnya perseroan masih merahasiakan target dana yang akan dihimpun dalam aksi tersebut.

Untuk diketahui PT Hydrotech Metals Indonesia (HMI) didirikan pada 5 Agustus dengan modal dasar sejumlah Rp 500 juta.

“Untuk STAL sendiri, masih dalam tahap finalisasi sertifikat hak paten,” jelasnya saat paparan publik yang digelar secara virtual, Jumat (18/9).

Menurut Petrus dengan teknologi ini perseroan dapat memurnikan logam dengan metode kimia yang efisien dan ramah lingkungan, selain itu pihaknya mengklaim dengan penggunaan teknologi ini dapat menghemat biaya hingga US$ 1-2 juta yang biasanya dikeluarkan untuk investasi pada teknologi yang saat ini umum digunakan pada perusahaan sejenis yaitu High Pressure Acid Leach (HPAL).

“Teknologi yang kami miliki lebih murah 80%, sehingga keuntungan kami akan lebih meningkat,” kata dia.

Menurut Petrus perseroan sebelumnya berniat melakukan aksi ini pada bursa saham Australia, akan tetapi perseroan menilai saham pertambangan pada negara kangguru ini sedang redup sehingga menjatuhkan pilihan kepada Kanada sebagai negara yang memiliki potensi yang luas untuk saham pertambangan.

Dengan aksi ini perseroan berharap teknologi STAL ini dapat dikenal dengan luas sebagai karya anak bangsa dan sebagai induk usaha dapat memperluas penggalangan dana.

“Apabila berjalan dengan lancar diharapkan paten STAL ini dapat kami kantongi pada akhir tahun 2020, dan mencatatkan anak usaha pada pertengahan 2021 mendatang, perseroan juga tidak lupa dengan dampak pandemi yang turut menjadi pertimbangan,” paparnya.

Selain membawa IPO anak usaha, emiten yang berkode saham PURE tersebut belum lama ini atau tepatnya pada 16 September lalu perseroan melakukan penandatanganan surat kesepakatan bersama dengan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) untuk mewujudkan pembangunan smelter nikel di lingkungan kawasan ekonomi khusus Palu.

“Dengan kerjasama ini BPST akan menyediakan lahan seluas 200 Ha Yang berlokasi di kawasan ekonomi khusus Palu beserta dengan peralatan pembangunan bagi perseroan untuk memudahkan operasional dan keuangan perseroan ke depannya,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN