Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi (kiri) menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Pratama Widya Tbk (kiri-kanan) Komisaris Utama Paulus Kurniawan Koesoemowidagdo, Direktur Utama Andreas Widhatama Kurniawan, Direktur Cyrilius Winatama Kurniawan dan Komisaris Independen Jenny Rijanti menekan tombol pencatatan saham perdana di BEI (Jumat, 7/2). Foto: BeritaSatu Photo/UTHAN A RACHIM

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi (kiri) menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Pratama Widya Tbk (kiri-kanan) Komisaris Utama Paulus Kurniawan Koesoemowidagdo, Direktur Utama Andreas Widhatama Kurniawan, Direktur Cyrilius Winatama Kurniawan dan Komisaris Independen Jenny Rijanti menekan tombol pencatatan saham perdana di BEI (Jumat, 7/2). Foto: BeritaSatu Photo/UTHAN A RACHIM

HARGA SAHAM PERDANA MELONJAK 50%

Pratama Widya Bidik Pendapatan Rp 300 Miliar

Sabtu, 8 Februari 2020 | 09:43 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Pratama WidyaTbk (PTPW) membidik pendapatan senilai Rp 300 miliar pada 2020. Target tersebut optimistis dapat dicapai setelah perseroan memperoleh beberapa proyek yang akan dikerjakan awal tahun ini.

Direktur Utama Pratama Widya Andreas Widhatama mengatakan, perseroan telah membukukan kontrak proyek baru senilai Rp 90 miliar hingga awal Februari. Kontrak baru didominasi proyek di bidang infrastruktur.

“Baru jalan bulan kedua 2020, kami sudah mendapatkan 30% dari target kontrak tahun ini. Hal ini mendorong kami yakin terhadap pendapatan senilai Rp 300 miliar bisa tercapai, bahkan terlampaui,” katanya seusai pencatatan perdana (listing) saham PTPW di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/2).

Sedangkan laba perseroan, menurut dia, diproyeksi masih sama dengan historikal perseroan selama ini, yaitu berkisar 20% dari total pendapatan. Tahun lalu, perseroan diperkirakan meraup pendapatan sebesar Rp 200 miliar.

Lebih lanjut, Andreas menjelaskan, Pratama Widya telah mendapatkan satu proyek infrastruktur di Batam senilai Rp 100 miliar. Proyek ini diharapkan menopang kinerja keuangan perseroan di tahun 2020.

“Dari Batam saja sudah dapat Rp 100 miliar dan sianya Rp 200 miliar diharapkan bersumber dari proyek - proyek nasional lainnya,” kata dia.

Tahun ini, dia mengatakan, perseroan menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure /capex) sebesar Rp 40 miliar. Capex tersebut dialokasikan untuk pembelian mesin operasional baru.

“Peralatan kami harus senantiasa prima, jadi umur pakai kami batasi. Kami akan menjaga ritme itu, sehingga peralatan yang lama akan dilepas,” katanya.

Hingga Juli 2019, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 108,62 miliar, naik 2,98% dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 105,47 miliar. Sedangkan laba periode tahun berjalan naik 19,17% menjadi Rp 21,57 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 21,57 miliar per Juli 2018.

Sementara itu, penawaran umum perdana (Initial public offering / IPO) saham Pratama Widya berhasil menghimpun dana sebesar Rp 114,16 miliar. Perolehan dana tersebut berasal dari penjualan sebanyak 175,63 juta sahamnya ke publik dengan harga Rp 650 per unit.

Sekretaris Perusahaan Pratama Widya Richad Antonio mengatakan, sebagian besar dana hasil IPO saham akan digunakan untuk pembelian alat – alat operasional baru. “Pembelian peralatan baru, tujuan utamanya untuk mendukung kegiatan operasional kami,” ujarnya.

Rincian penggunaan dana IPO, yaitu sekitar 47,15% akan digunakan untuk pembelian alat baru yang terdiri atas 9 unit alat, 4 unit Crawler, 2 unit Drilling Rig, dan 1 unit Hydraulic Grab. Sebesar 27,66% akan digunakan untuk renovasi dan pembangunan kantor operasional perseroan dan workshop.

Sedangkan, 17,77% akan digunakan untuk pembelian kantor dan tanah untuk menunjang kegiatan operasional, dan sisanya sebesar 5% akan digunakan untuk digunakan untuk pelunasan utang perseroan.

Dalam perdagangan perdananya, harga saham PTPW naik 50% ke level Rp 975 dari harga yang ditawarkan sebesar Rp 650. Saham PTPW diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 6 kali, dalam jumlah volume sebanyak 1000 unit saham, dengan nilai Rp 97,5 miliar.

Pratama Widya menjadi perusahaan ke-9 yang mencatatkan sahamnya di BEI sepanjang tahun 2020. Dalam pelaksanaan IPO ini, perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Perseroan memiliki kegiatan utama yaitu jasa pelaksanaan konstruksi spesialis yang berfokus pada pelayanan rekayasa perkuat fondasi dan tanah (Fondation and Ground Improvement). Perseroan menjadikan pulau Batam telah sebagai pusat kegiatan usaha perseroan.

Sedangkan beberapa saham yang telah terlebih dahulu listing sejak awal tahun adalah PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), PT Royalindo Investama Wijaya Tbk (INDO), PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR), PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND), dan PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN