Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pegawai memperhatikan perdagangan saham di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.  Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pegawai memperhatikan perdagangan saham di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Raup Dana Rp 18,9 Miliar, Singaraja Tetapkan Harga IPO Rp 108 Per Saham

Gita Rossiana, Kamis, 31 Oktober 2019 | 14:46 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Singaraja Putra Tbk menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) senilai Rp 108 per saham. Sedangkan jumlah saham yang dilepas ditargetkan mencapai 175 juta saham, sehingga total dana yang diraup bakal mencapai Rp 18,9 miliar.

Berdasarkan informasi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, Kamis (31/10), perseroan telah meraih pernyataan efektif IPO saham dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Oktober 2019. Sedangkan masa penawaran umum akan digelar mulai hari ini hingga 1 November 2019.

Perseroan juga menetapkan tanggal penjatahan saham pada 5 November 2019 dan pencatatan (listing) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 8 November 2019. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO saham perseroan adalah PT Dhanawibawa Sekuritas Indonesia, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk, PT Investindo Nusantara Sekuritas, dan PT Panin Sekuritas Tbk.

Selain menerbitkan saham baru, perseroan menawarkan sebanyak 87,5 juta waran seri I atau 31,82% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif kepada pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham. Setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu Waran seri I.

Manajemen perseroan juga menyebutkan bahwa dana hasil IPO saham setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dimanfaatkan untuk modal kerja. "Hampir sekitar 80,6% dana IPO saham akan digunakan untuk akomodasi, seperti pembelian perlengkapan keperluan kamar dan pembelian barang-barang furnitur, elektronik, dan biaya desain interior kamar," ungkap manajemen.

Sedangkan sisanya sekitar 19,4% dari total dana perolehan IPO saham dimanfaatkan untuk modal pendirian anak usaha. Perseroan berniat mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang jaringan layanan perhotelan yang akan mengembangkan platform digital.

Pendirian anak usaha ini akan dilakukan pada 2020 dengan modal Rp 2,5 miliar. Perusahaan ini akan mulai beroperasi secara komersial pada 2022. Pada tahap awal, platform yang dikembangkan akan digunakan untuk sarana pemasaran jasa akomodasi. Kemudian platform tersebut akan digunakan untuk memasarkan kamar hotel hasil kerjasama dengan pihak lain.

Singaraja Putra adalah salah dari beberapa perusahaan yang masuk dalam pipeline Bursa BEI yang IPO tahun ini. Selain Singaraja Putra, terdapat PT Ifishdeco Tbk, PT Dana Brata Luhur Tbk, PT Alamanda Investama Tbk, PT Digital Mediatama Maxima Tbk, PT Asia Sejahtera Mina Tbk, PT Sinergi Inti Plastindo Tbk, PT Ginting Jaya Energi Tbk, PT Aneka Minera Indonesia Tbk, dan PT Palma Serasih Tbk.

Lebih lanjut, PT Mulia Boga Raya Tbk, PT Prima Globalindo Logistik Tbk, PT Cisadane Sawit Raya Tbk, PT Indo Bintang Mandiri Tbk, PT Repower Asia Indonesia Tbk, PT SAM Indonesia Tbk, PT Bank Amar Indonesia Tbk, PT Graha Belitung Utama Tbk, PT Harvest Time Tbk, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk.

Kemudian, PT Lion Mentari Tbk, PT Jayant Perdana Indonesia Tbk, PT Austin Global Prima Tbk, PT Galva Technologies Tbk, PT Perintis Triniti Properti Tbk, PT Putra Mandiri Jembar Tbk, PT Putra Rajawali Kencana Tbk, PT Royalindo Investa Wijaya Tbk.

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna sebelumnya mengungkapkan, dengan adanya perusahaan baru yang akan IPO bisa menambah perusahaan tercatat tahun ini. Hingga saat ini, sudah ada 41 perusahaan yang tercatat di BEI.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA