Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Rockfields Properti Tbk (ROCK) Po Wiwiek Purnomo (kiri) dan Komisaris ROCK Po Sun Kok memperlihatkan Sertifikat Penvatatan Perdana Saham ROCK dari Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (10/9/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/Humas BEI

Direktur Utama PT Rockfields Properti Tbk (ROCK) Po Wiwiek Purnomo (kiri) dan Komisaris ROCK Po Sun Kok memperlihatkan Sertifikat Penvatatan Perdana Saham ROCK dari Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Humas BEI

CATATKAN SAHAM DI BEI,

Rockfields Janjikan Strong Recurring Income bagi Investor

Sabtu, 12 September 2020 | 12:57 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Aksi penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih marak meski di tengah pandemi. Hingga awal September 2020 terdapat puluhan perusahaan yang berencana melakukan pencatatan saham di BEI dan bergerak pada beberapa sektor.

PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) menjadi salah satu emiten baru dari sektor real estate dan properti yang mencatatkan sahamnya di BEI, Kamis (10/9/2020). Dengan tagline “Focusing in Quality Property Investments with Strong Recurring Income”, pengembang ini menawarkan 287,04 juta saham dengan harga penawaran Rp 1.340 per saham. Dengan harga tersebut, Rockfields akan meraup dana IPO Rp 384,63 miliar.

Berdasarkan prospektus IPO, emiten ini akan menggunakan sekitar 74% dana IPO setelah dikurangi biaya-biaya untuk meningkatkan penyertaan saham di entitas anak, yakni PT Artha Mas Investama yang merupakan pemilik proyek International Exchange House, gedung perkantoran dengan 44 lantai dan luas 105.000 meter persegi.

Artha Mas akan menggunakan dana ini untuk membangun gedung perkantoran beserta fasilitasnya. Rencana pelaksanaan pengembangan Artha Mas akan dimulai pada akhir 2020 dan diselesaikan pada tahun 2024. Hingga saat ini, proyek tersebut telah mengantongi perizinan Keterangan Rencana Kota dari Badan Korodinasi Penataan Ruang Daerah dan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang.

Sementara itu, sisa 26% dari dana IPO akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan saham di anak usaha PT. Graha Lestari Internusa yang merupakan pemilik Noble House. Graha Lestari akan menggunakan dana tersebut untuk pembangunan fasilitas penunjang gedung.

Penjamin pelaksana emisi IPO Rockfields adalah NH Korindo Sekuritas Indonesia. Tanggal penjatahan IPO Rockfields adalah pada 7 September 2020 sedangkan tanggal pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham pada 9 September 2020. Setelah IPO, publik memiliki 20% saham Rockfields.

“Rockfields dibangun dengan mengusung 5 values yaitu Integrity, Respect, Courage, Humility, dan Results. Perlu diketahui bahwa prospek permintaan properti di Indonesia diperkirakan masih akan tinggi.

Berdasarkan laporan kuartalan Colliers, pada Q1 2020 ruang perkantoran baru di CBD akan bertambah sekitar 130.000 sqm. Telah diprediksi juga bahwa angka penyewaan gedung perkantoran di CBD pada tahun ini mencapai 270.000 sqm diikuti pertumbuhan moderat penjualan gedung sebesar 3% per-tahunnya hingga 2023. Dengan potensi ini, kita optimis Rockfields bisa membawa keuntungan untuk para pemilik saham,” ujar Presiden Komisaris Rockfields Po Sun Kok, Rabu (9/9/2020).

Rockfields diketahui sedang mengembangkan berbagai proyek, antara lain Noble House di Mega Kuningan, Jakarta, International Exchange House di Rasuna Said, Jakarta, Broadway Residence di Kebon Jeruk, Jakarta, Escala Residence, Semarang, Avalon Hotel, Semarang, dan Azerai Hotel & Resort, Bali. Tahun lalu, Rockfields mencatat pendapatan Rp 125,70 miliar, naik 12,87% secara tahunan. Sedangkan laba bersih emiten ini mencapai Rp 4,92 miliar.

Anggota Banggar Fraksi PDIP, Dede Indra Permana Sudiro, menyatakan bahwa iklim investasi properti ke depan meski di tengah pandemi tetap menarik minat investor dan masyarakat untuk berinvestasi karena sektor properti merupakan investasi yang sangat aman dan terjamin. Ia juga mengapresiasi perusahaan properti bisa lakukan IPO di tengah pandemi.

"Kita harapkan dunia properti ini tetap menarik perhatian karena investasi jangka panjang. Dengan sektor properti meningkat maka sektor lain pasti tergerakkan. Apresiasi terhadap perusahaan properti yang bisa melakukan pencatatan saham di BEI di tengah wabah pandemi," tutup Dede yang juga Ketua Bidang Investasi, Informasi Komunikasi & Kerjasama Internasional BPP Hipmi ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN