Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna bersama jajaran Direksi Royalindo Investa Wijaya saat pencatatan perdana saham INDO, Senin (13/1).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna bersama jajaran Direksi Royalindo Investa Wijaya saat pencatatan perdana saham INDO, Senin (13/1).

Royalindo Investa Wijaya Targetkan Bangun Hingga 400 Kamar Indekos

Thereis Love Kalla, Senin, 13 Januari 2020 | 12:50 WIB

JAKARTA, Investor.Id – PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) menargetkan penambahan fasilitas indekos setelah pelaksanaan penawaran umum perdana (Initial public offering/ IPO) saham. Perseroan akan membangun hingga 400 kamar indekos di dua tempat yang berbeda.

Sekretaris Perusahaan Royalindo Investa Wijaya Ko Sugiarto mengungkapkan, pembangunan fasilitas indekos tersebut akan dimulai Maret tahun ini dan diharapkan selesai akhir tahun. “Indekos akan dibangun di Tebet, Jakarta Selatan dan Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Kemungkinan bisa empat lantai,” ujarnya seusai pencatatan perdana (listing) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (13/1).

Hingga saat ini, Sugiarto mengatakan, perseroan telah memiliki 150 kamar dari dua tempat fasilitas indekos yang berada di Cempaka Putih dan Pangeran Jayakarta. “Dengan adanya pembangunan di dua tempat tersebut diharapkan total kapasitas kamar mungkin akan mencapai sekitar 400-500 kamar,” tandasnya.

Selain itu, dana hasil IPO sebesar Rp 94,8 miliar sepenuhnya akan diberikan kepada anak usaha perseroan yaitu PT Semangat Bangun Nusantara (SBN) dan PT Mulia Arta Nusantara (MAN). Adapun porsi pemberian dana kepada kedua anak usaha perseroan masing masing 50%. "Nantinya pembangunan fasilitas tersebut akan melalui anak usaha kami," ungkapnya.

Sugiarto menambahkan, pada saat pelaksanaan IPO saham INDO mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hampir lima kali. “Oversubscribe hampir lima kali, padahal pada saat pelaksanaan sedang situasi banjir. Rata-rata investor yang menyerap, investor perseorangan,” ujarnya.

Royalindo Investa Wijaya menjadi emiten ke empat di tahun 2020 yang melakukan listing di BEI. Pada perdagangan perdananya, saham INDO meningkat 70% ke level Rp 187 dengan total frekuensi sebanyak 256 ribu lot saham.

Adapun sebelumnya, perseroan melepas 861,8 juta saham atau setara 20% modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Dalam gelaran IPO tersebut perseroan menawarkan sahamnya dengan harga Rp 110 per unit saham.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA