Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta, belum lama ini.  Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta, belum lama ini. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Saham IPO UKM Bisa Menjadi Pilihan Investor

Parluhutan Situmorang, Kamis, 22 Agustus 2019 | 07:16 WIB

JAKARTA, Investor.id – Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perusahaan usaha kecil dan menengah (UKM) bisa dijadikan incaran investor. Hal ini didukung besarnya potensi bisnis perusahaan ke depan, seiring masuknya dana segar dari IPO saham.

Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan mengatakan, perusahaan kelas menengah merupakan sektor usaha yang paling membutuhkan pendanaan untuk pengembangan ke depan. “Pengusaha UKM ini butuh dana segar untuk dapat mengembangkan bisnisnya, dimana mayoritas perusahaan ini biasanya memilki potensi bisnis yang bagus,” tutur Alfred di Jakarta, belum lama ini.

Hanya saja, ungkap dia, calon investor yang ingin memburu IPO saham perusahaan UKM harus mempertimbangkan dua hal, yaitu potensi bisnisnya dan tujuan penggunaan dananya. "Jika dana hasil IPO saham nantinya digunakan untuk pengembangan usaha atau ekspansi, tentu saham tersebut memiliki prospek bagus dan bisa dijadikan sebagai incaran para investor,” tuturnya.

Salah satu perusahaan yang bisa menjadi pertimbangan pemodal adalah IPO saham PT Optima Prima Metal Sinergi (OPMS), perusahaan pionir besi scrap kapal bekas terbesar di Indonesia, asal Surabaya. Perusahaan ini dinilai memliki prospek yang bagus ke depan, karena tercatat sebagai perusahaan pioneer di bidang besi scrap kapal bekas di Indonesia.

“Mungkin pelaku usaha dengan bidang yang sama dengan OPMS itu banyak, namun mayoritas masih dilakukan secara perorangan. Namun dengan pengelolaan berbentuk korporasi dan sahamnya dicatatkan di bursa, kinerja finansial dan operasionalnya tentu akan lebih baik ke depan,” ucap Alfred.

Sementara itu, Direktur Utama OPMS Meilyna Widjaja mengatakan, sektor industri pengolahan khususnya logam dasar selalu bertumbuh positif dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada 2017 dan 2018, sektor ini bertumbuh 5,87% dan 8,99%, seiring dengan penguatan peningkatan sektor konstruksi dan manufaktur, khususnya otomotif sebagai konsumen utama dari logam dasar.

Gencarnya pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa juga memberikan efek positif bagi sektor logam. “Kami melihat peluang bisnis besi scrap ini sangat besar, karena kebutuhan akan bahan dasar logam dasar selalu bertumbuh positif. Dengan fundamental ini, kami ingin terus meningkatkan kapasitas kami dalam menghasilkan besi scrap,” tutur Meilyna.

Selain faktor tersebut, dia menyebutkan, data US Environmental Protection Agency menyebutkan bahwa penggunaan besi scrap jauh lebih efisien, yakni untuk menggantikan biji besi murni untuk menghemat penggunaan raw material/ bahan baku sebesar 90%, menghemat energi sebesar 75%, menghemat penggunaan air sebesar 40%, mengurangi polusi air sebesar 76%, dan mengurangi limbah tambang sebesar 97%.

“Dengan memasok bahan baku besi scrap ke perusahaan pengolahan besi baja, kami juga ikut mengurangi impor. OPMS dengan standar produk yang dimiliki optimis bisa mengoptimalkan peluang bisnis yang sangat besar ini," tutur Meilyna.

OPMS bisa melakukan pemotongan atau scrab sebanyak 8 - 10 kapal bekas per tahun. Sedangkan tahun ini OPMS menargetkan menjual 24 ribu ton besi scrap hasil pemotongan dari kapal-kapal bekas. Untuk merealisasikan target tersebut, OPMS akan terus menambah kontrak pembelian kapal bekas dan sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan pelayaran di Indonesia.(hut)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA