Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi portofolio investasi. Foto: mncsekuritas.id

Ilustrasi portofolio investasi. Foto: mncsekuritas.id

Soho Global Diproyeksikan IPO 2020

Farid Firdaus, Kamis, 1 Agustus 2019 | 14:35 WIB

JAKARTA, investor.id – Quadria Capital sedang berdiskusi dengan PT Mandiri Sekuritas, Citigroup dan CLSA untuk mematangkan aksi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Soho Global Health. Jika berjalan mulus, rencana melantai perusahaan farmasi tersebut bakal dieksekusi pada 2020.

Sumber Investor Daily mengatakan, sebagai private equity yang berbasis di Singapura, Quadria Capital diperkirakan bakal melepas sahamnya dalam Soho Global. Sehingga terdapat kemungkinan bakal terjadi dua aksi, yakni divestasi saham lama dan penawaran saham baru ke publik.

“Pembicaraan antara sekuritas, perusahaan dan Quadria Capital masih dalam tahap awal. Belum diketahui berapa target dana dan jumlah saham yang dilepas dalam aksi IPO ini,” jelas sumber tersebut, Kamis (1/8).

Sementara itu, apabila melihat garis waktu, IPO Soho Global sulit terealisasi pada tahun ini. Pasalnya, perseroan belum memaparkan rencana tersebut ke publik ataupun otoritas bursa dengan menggunakan dasar valuasi laporan keuangan Juni 2019.

“Kalau memang mereka berniat IPO tahun ini, harusnya sudah melapor dengan buku Juni, karena bisa punya tenggat waktu hingga Desember 2019. Tapi penyusunan laporan itu sepertinya belum ada,” kata dia.

Sebagai informasi, saat ini belum ada pihak yang dapat mengkonfirmasi jumlah kepemilikan saham Quadria Capital dalam Soho Global Health. Adapun, Founder & Managing Partner Quadria Capital Abrar Mir enggan mengungkapkan detail dari rencana IPO tersebut kepada Investor Daily.

Tercatat, Quadria Capital pertama kali mengungkapkan investasinya pada Soho Global di tahun 2015. Ketika itu, Abrar Mir menyatakan, pihaknya memandang Soho memiliki warisan yang kuat dalam industri farmasi Indonesia dan berharap dapat mengembangkannya lebih jauh lagi melalui perjanjian kerja sama.

"Kami berharap dapat bekerja sama secara erat dengan mereka untuk membantu membangun bisnis ini dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Abrar.

Investasi Quadria di Soho Global Health merupakan investasi kedua yang diumumkan oleh Quadria Capital Fund LP, dan merupakan investasi pertama yang dilakukan di Indonesia.

Pada tahun 2013 sebelum masuknya Quadria Capital, rencana IPO Soho Global sempat dilontarkan oleh manajemen perseroan. Kala itu, target IPO perseroan adalah tahun 2015.

Soho Global pun melakukan sejumlah persiapan untuk bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan mendorong percepatan bisnis dengan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) bersama Fresenius Kabi, yakni Ethica Fresenius Kabie. Fresenius merupakan perusahaan kesehatan global dari Jerman yang menguasai pasar generik injeksi.

Soho Global didirikan pada tahun 1946, yang saat itu  bernama N.V. Ethica Handel Maatschappij, yang kini menjadi PT Ethica Industri Farmasi. Peruhaan ini dibangun oleh Tan Tjhoen Lim sebagai perusahaan farmasi yang berfokus pada produk injeksi.

Perseroan mengembangkan bisnis over-the-counter dengan meluncurkan produk consumer health dan memulai ekspor ke pasar internasional untuk pertama kalinya pada 2016.

Kinerja Bisnis

Dalam laporan tahunan 2018 Soho Global, perseroan tercatat memiliki lebih dari 30 merek obat-obatan, seperti suplemen peningkat daya tahan tubuh Imboost hingga merek multivitamin anak terkemuka seperti Curcuma Plus dan Fitkom.

Perseroan didukung oleh lebih dari 2500 karyawan, serta membangun jaringan bisnis dengan cakupan 90% dari dokter yang ditargetkan. Sementara distribusi perseroan menjangkau lebih dari 41.000 outlet secara nasional.

Efisiensi produksi yang signifikan dan perbaikan biaya operasional membuat pertumbuhan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, amortisasi (EBITDA) perseroan melompat sebesar 57% pada 2018 dari 2017.

Manajemen menjelaskan, selama dua tahun ke depan, perseroan bertujuan untuk menumbuhkan penjualan dan profit jauh melampaui kinerja historis. Tujuan yang perseroan canangkan di tahun 2019 adalah mencapai pertumbuhan top-line double digit sambil mempertahankan 3 tahun pencapaian pertumbuhan EBITDA di atas 50%.

Sementara itu, berdasarkan halaman website Quadria Capital, saat ini perseroan tercatat memiliki aset yang dikelola melebihi US$ 1,5 miliar dan berinvestasi di 18 perusahaan di kawasan Asia-Pasifik.

Sejumlah perusahaan yang menjadi investasi Quadria Capital antara lain Lablink Medical Laboratory di Malaysia dengan tahun investasi pada 2018, Strand Life Sciences di India pada 2018, MWH Holdings di Malaysia dengan tahun investasi pada 2017, Healthcare at Home India pada 2017, Asian Institute of Gastroenterology pada 2015, dan Medica Superspeciality Hospital di India pada 2013.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN