Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Tahun Ini, Mitratel dan Pertamina Geothermal Energy Dipastikan Melantai di Bursa

Jumat, 16 Juli 2021 | 06:06 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat dua anak usaha BUMN yang akan melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dua perusahaan tersebut adalah PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Pertamina Geothermal Energy, anak usaha PT Pertamina.

“Tahun 2021, kita berencana untuk melakukan pencatatan sebagai tambahan dua anak usaha BUMN yaitu holding geothermal dan Mitratel yang masing-masing bergerak di bidang energi baru dan terbarukan serta di bidang teknologi telekomunikasi," kata Pahala dalam acara KNEKS secara virtual, Kamis (15/7).

Dengan mendorong dua anak usaha BUMN melantai di bursa tahun ini, Pahala berharap kinerja pasar modal Indonesia dan pasar modal syariah dapat semakin bergairah. "Tentunya kita berharap bahwa pencatatan dari anak usaha BUMN di tahun ini dan tahun-tahun mendatang akan semakin mendorong ke gairah pasar modal Indonesia dan juga pasar modal syariah secara umum," lanjutnya.

Adapun berdasarkan bahan paparannya, perkembangan pasar BUMN dalam 10 tahun terakhir tercatat jumlah BUMN bertambah 13 BUMN atau 62%. Di sisi lain, nilai kapitalisasi pasarnya juga meningkat lebih dari 2 kali lipat.

Sejalan dengan pertumbuhan pasar kapital syariah, perkembangan pasar saham BUMN di bursa saham juga menunjukkan adanya peningkatan yang cukup baik. Adapun pada tahun 2021 tercatat jumlah BUMN yang tercatat di BEI sudah mencapai 34 BUMN dengan rincian 14 BUMN dan 20 anak usaha BUMN.

“Tentunya saham-saham  BUMN yang tercatat di BEI merupakan penggerak yang cukup dominan di pasar saham Indonesia dan juga merupakan yang juga saham yang sangat likuid dicatatkan di pasar modal di Indonesia,” pungkasnya.

Saham-saham BUMN yang tercatat di BEI hampir seperempat atau 24%  kapitalisasi pasar modal di Indonesia, atau mencapai Rp 1.733 triliun atau 24% dari total IHSG yang mencakup IDX80 Rp 1.661 triliun atau 35% dari IDX80, kedua JII70 sebesar Rp 678 triliun atau 27% dari total JII70, dan LQ45 mencapai Rp 1.507 triliun atau 35%dari total LQ45.

Sementara itu, transaksi saham BUMN secara rata-rata harian selama tahun 2020 mencapai Rp 3,4 triliun atau 37% dari total IHSG dengan rincian Rp 2,8 triliun atau 46% dari LQ45. Sedangkan secara frekuensi transaksi saham BUMN mencapai 197 ribu saham atau 29% dari total IHSG dan 122 ribu saham atau 41% dari LQ45.

Lebih lanjut, Pahala mengatakan bahwa sebelumnya anak usaha Bank Himbara yang bergerak di bidang syariah, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah tercatat di BEI. Kapitalisasi pasar BSI tercatat sebesar Rp 97 triliun. Dengan nilai itu, BSI berhasil menduduki peringkat 13 di BEI.

"Hal ini tentunya menunjukkan bahwa minat masyarakat dan antusiasme masyarakat untuk bisa memiliki prestasi di bidang bidang usaha syariah menunjukkan adanya antusiasme yang tinggi," ujar Pahala.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN