Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Foto: Perseroan.

PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Foto: Perseroan.

Telkom Targetkan IPO Mitratel Paling Cepat Akhir 2021

Senin, 11 Januari 2021 | 23:09 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom menargetkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), pada akhir 2021 atau semester I-2022. Aksi korporasi ini akan membuat Mitratel menjadi perusahaan menara terbesar dari sisi aset yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Vice President Investor Relations Telkom Andi Setiawan mengatakan, saat ini perseroan masih dalam proses penunjukan konsultan untuk memuluskan IPO Mitratel. “Aksi ini tentunya akan memperhatikan kondisi pasar ke depan,” jelas dia kepada Investor Daily, Senin (11/1).

Saat ini, Mitratel tengah menggabungkan aset-aset menara telekomunikasi dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dalam rangka memperkuat aset Mitratel dan supaya Telkomsel menjadi lebih fokus ke bisnis intinya. Mitratel telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengakuisisi 6.050 menara Telkomsel senilai Rp 10,3 triliun pada Oktober lalu.

Aksi tersebut akan melambungkan jumlah menara Mitratel menjadi 22.140 menara, melebihi aset PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sebagai penguasa pasar. Saat ini, Sarana Menara melalui PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) mengelola 21.271 menara di seluruh Indonesia yang tersebar di 38.122 titik.

Selain menara telekomunikasi, Telkom juga terus menggejot ekspansinya. Apalagi, Telkomsel telah meraih tambahan spektrum 10 Mhz melalui lelang frekuensi 2,3 Ghz pada akhir tahun lalu. Tambahan spektrum tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat layanan broadband terkini 4G LTE serta melanjutkan pengembangan implementasi jaringan terbaru 5G.

Menurut Andi, Telkom menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar 25% dari target pendapatan 2021. “Kami fokus memperkuat jaringan untuk menumbuhkan digital business baik di segmen fixed line maupun mobile,” jelas dia.

Bisnis Satelit

Pada 5 Januari 2021, Telkom melalui PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) ditetapkan sebagai pengguna baru filing satelit Indonesia pada slot orbit 113 bujur timur (BT). Penggunaan slot orbit ini ditetapkan melalui proses seleksi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Semula, slot orbit 113 BT akan digunakan oleh Satelit Nusantara 2 milik PT Indosat (ISAT) yang menggantikan Satelit Palapa D, yang periode orbitnya berakhir pada 2020. Namun, Satelit Nusantara 2 gagal meluncur akibat kendala teknis pada roket peluncur. Peristiwa ini terjadi pada 9 April 2020 di Xichang Satellite Launch Center (XSLC), Tiongkok.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Kemenkominfo pun bergegas mengajukan permohonan perpanjangan masa laku filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT. Akhirnya, Radio Regulations Board ITU menerima permohonan Indonesia tersebut dan Indonesia diberikan waktu hingga 31 Desember 2024 untuk menempatkan satelit di slot orbit 113 BT.

Setelah perpanjangan itu, Kominfo membentuk tim evaluasi untuk kelanjutan penggunaan slot orbit. Indosat yang awalnya akan menggunakan orbit itu menyatakan tidak dalam posisi melakukan investasi peluncuran satelit di masa depan. Kominfo melakukan proses evaluasi pada calon pengguna baru dengan menilai aspek finansial, regulator, teknis dan bisnis. Alhasil, Telkomsat ditetapkan sebagai pengguna baru.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, keberhasilan ini adalah hal strategis bagi pengembangan bisnis satelit Telkomsat nantinya dalam memperkuat penyediaan infrastruktur satelit Telkom Group. “Semoga dengan ijin penggunaan slot orbit ini, dapat mendukung Telkom Group dalam menghadirkan konektivitas hingga pelosok dan peningkatan kualitas dalam melayani pelanggan dan masyarakat Indonesia,” kata dia.

Saat ini, Telkomsat tercatat mengoperasikan tiga satelit yakni Merah Putih dengan kapasitas 60 transponders di 108 BT, Telkom 3S dengan 49 transponders di 118 BT dan Telkom 2 dengan 24 transponders di slot orbit 157 BT.

Ke depan, kata Ririek, Telkomsat telah merencanakan untuk menempatkan satelit dengan teknologi terbaru yang dikenal sebagai high throughput satellite (HTS) yang cocok untuk melayani pelanggan broadband satelit, mencakup pita frekuensi C band dan Ku band di slot orbit 113 BT sebelum 31 Desember 2024.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN