Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pang Xue Kai, Co-founder & CEO Tokocrypto .

Pang Xue Kai, Co-founder & CEO Tokocrypto .

Terinspirasi oleh Coinbase Global, Tokocrypto Siap IPO

Senin, 7 Juni 2021 | 05:49 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto), perusahaan berbasis digital yang bergerak di bidang perdagangan aset kripto, menjajaki rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah itu terinspirasi oleh suksesnya Coinbase Global Inc, perusahaan perantara jual beli kripto asal AS, yang telah tercatat di Wall Street dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 85,5 miliar atau sekitar Rp 1.255 triliun.

”IPO memang ada dalam rencana kami, pastinya. Sebagai start-up yang sudah profitable, arah menuju IPO pasti,” ungkap CEO Tokocrypto Pang Xue Kai kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Kai mengungkapkan keinginannya untuk bisa menjadi perusahaan terbuka karena melihat pertumbuhan bisnis Tokocrypto yang terus meningkat dengan dukungan komunitas yang kuat. “Kenapa Tokocrypto mulai consider untuk IPO? Kalau kami lihat growth Tokocrypto sudah sangat bagus. Kami sudah punya TKO Token, sudah punya komunitas yang besar. Kalau growth kami bisa terus berlanjut seperti saat ini, pasti IPO itu make sense,” imbuhnya.

Tokocrypto telah mencatatkan keuntungan tahunan sebesar US$ 10 juta atau lebih dari Rp 142 miliar. Pencapaian tersebut diperoleh dari biaya transaksi 0,1% yang dikenakan pada berbagai macam aset kripto seperti BTC, ETH, BNB, USDT, BUSD, XRP, dan token-token lainnya. Angka itu belum termasuk biaya keuntungan lain yang bisa didapat perusahaan setelah peluncuran token kripto mereka, Toko Token alias TKO, di platform Binance baru-baru ini.

Pada awal peluncuran, pihaknya mengklaim sebanyak 200 ribu orang berpartisipasi dalam penawaran perdana dan menghasilkan US$ 4,2 miliar atau lebih dari Rp 60 triliun. Saat ini, Tokocrypto memiliki stok TKO dengan nilai tak kurang dari US$ 1 miliar atau lebih dari Rp 14 triliun.

Namun, untuk detail IPO, Kai enggan membeberkannya. ”Kami masih terus berdiskusi dengan manajemen dan investor kami. Pastinya hal ini harus dipertimbangkan dengan matang, bukan hanya memberikan benefit untuk Tokocrypto, tapi juga untuk industri,” katanya.

Rencana tersebut kemungkinan besar akan dieksekusi dalam 2-3 tahun ke depan. Untuk saat ini, pihaknya sedang memantau perkembangan kondisi pasar, meningkatkan skala bisnis, dan membangun tim serta produk.

Tokocrypto hadir sejak 2018 yang didukung perusahaan pertukaran uang kripto Binance dan QCP Capital. Pedagang aset kripto pertama yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tersebut juga mendapatkan pendanaan US$ 6 juta dari sejumlah investor, termasuk Pantera Capital dan Intudo Ventures, yang akan digunakan untuk membangun kesadaran merek (brand awareness), meningkatkan jumlah karyawan, dan mengembangkan fitur baru.

Hingga April 2021, Bappebti mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 126 triliun. Bappebti juga mencatat jumlah investor aktif di aset kripto per Januari-Maret 2021 mencapai 4,2 juta orang. Adapun potensi pertumbuhan masih terbuka lebar, mengingat jumlah tersebut tak sampai 2% dari total populasi Indonesia. Sebagai perbandingan, data 2021 State of US Crypto Report dari Gemini yang dikutip Yahoo Finance menyebutkan bahwa di AS, jumlah pemilik aset kripto telah mencapai angka 21,2 juta orang atau sekitar 14% populasi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN