Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP) Hendrik Nursalim, Komisaris Utama SCNP Xaverius Nursalim, dan Direktur Operasional  SCNP Shirly Effendy mengikuti acara pencatatan perdana saham SCNP di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara virtual, di Cileungsi, Bogor, Senin (7/9/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Direktur Utama PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP) Hendrik Nursalim, Komisaris Utama SCNP Xaverius Nursalim, dan Direktur Operasional SCNP Shirly Effendy mengikuti acara pencatatan perdana saham SCNP di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara virtual, di Cileungsi, Bogor, Senin (7/9/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

LISTING PERDANA 3 SAHAM

Tiga Emiten Baru Siapkan Strategi Topang Pertumbuhan

Senin, 7 September 2020 | 15:53 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Sebanyak tiga perusahaan, yaitu PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI), PT Kurnia Mitra Duta Sentosa Tbk (KMDS), dan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP), menggelar pencatatan (listing) perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Ketiga perseroan optimistis bertumbuh didukung dengan sejumlah strategi yang telah disiapkan.

Berdasarkan catatan BEI, Bank Bisnis Internasional menjadi emiten ke-38 yang mencatatkan perdana saham di BEI tahun ini. Sedangkan Kurnia Mitra Duta dan Selaras Citra Nusantara masing-masing menjadi perusahaan ke-39 dan 40 yang listing di BEI sepanjang 2020 berjalan.

Bank Bisnis Internasional melepas sebanyak 394,76 juta ke pemodal publik atau sebesar 15% dari jumlah modal disetor dan ditempatkan setelah pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham. Total dana yang diraup dari aksi korporasi ini mencapai Rp 189,48 miliar.

Sekretaris Perusahaan Bank Bisnis Internasional Paulus Tanujaya mengatakan, dana hasil IPO untuk perluasan kantor cabang, mengembangkan sistem teknologi informasi, dan juga untuk penyaluran kredit sebagaimana fungsi dari bank pada umumnya.

“Untuk pembukaan cabang baru akan direalisasikan pada kuartal III dan kuartal IV 2021. Rencananya cabang baru satu di Cirebon dan satu di Semarang,” ujar Paulus saat dihubungi Investor Daily pada Senin (7/9).

Direktur Utama Bank Bisnis Laniwati Tjandra menyatakan, perseroan memfokuskan nasabah segmen Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang diyakini masih terus tumbuh dan berkembang, seiring dengan stimulus pemerintah terhadap UMKM dengan memberikan fasilitas subsidi kredit . UMKM dalam rangka mendukung pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional.

“Keyakinan tersebut mendorong langkah perseroan untuk Go Public sebagai salah satu strategi dalam mendapatkan sumber pendanaan untuk meningkatkan kinerja usaha serta menunjang Perseroan dalam memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Modal Inti Minimum Bank Umum,” jelasnya.

Laniwati menjelaskan, selama masa penawaran umum, saham BBSI mendapatkan minat positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan dapat diserap dengan baik. Tercatat saham BBSI mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 15,28 kali dari jumlah saham yang ditawarkan untuk porsi pooling, jauh melebihi ekspektasi perseroan.

Sementara itu, Direktur Utama Kurnia Mitra Duta Sentosa Hengky Wijaya menyatakan, telah menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perseroan, yaitu dengan mendirikan pusat distribusi baru di kota-kota besar di Indonesia untuk menjangkau para pelanggan baru, mengembangkan sistem informasi teknologi terintegrasi antara distributor dengan sub-distributor, pengembangan terhadap varian produk dan peningkatan kapabilitas tenaga penjual produk perseroan.

“Ke depan, kami akan berupaya memperluas pasar dengan melakukan penambahan varian produk prinsipal, maupun pelanggan kota besar di Indonesia,” kata Hengky.

Adapun perseroan menerbitkan 160 juta saham baru atau sebanyak 20%dari seluruh total modal disetor penuh setelah IPO, dengan harga penawaran sebesar Rp 300 sehingga perseroan memperoleh dana sebesar Rp 48 miliar dari pelaksanaan IPO.

Direktur PT Victoria Sekuritas Indonesia R A Wisnu Widodo menyatakan, keyakinannya terhadap prospek usaha perseroan ke depan, mengingat bisnis perseroan memiliki market share yang memiliki potensi untuk bertumbuh dengan dukungan permintaan konsumsi masyarakat kelas menengah, sehingga akan menjadi katalis positif bagi penjualan produk makanan-minuman yang didistribusikan perseroan.

“Berdasarkan laporan penjatahan yang diterbitkan BAE pada tanggal 3 September 2020, diketahui adanya oversubscribed pesanan saham sebanyak 1,26 kali dari total penawaran atau 26,70 kali dari porsi pooling,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama Selaras Citra Nusantara Perkasa Hendrik Nursalim mengatakan, strategi diversifikasi pasar, diversifikasi produk dan diversifikasi channel menjadi strategi perseroan untuk kedepannya. Aktivitas bisnis merambah masuk ke ranah produksi alat kesehatan (alat kesehatan) dengan tetap mempertahankan lini bisnis yang telah ada di peralatan elektronik rumah tangga.

“Dua bulan yang akan datang, air purifier yang baru akan kami rilis baik untuk pengembangan pasar lokal dan Amerika. Dengan IPO ini, diharapkan mengembangkan perusahaan menjadi global player dengan joint venture bersama Guangdong Xinbao Donlim,” kata dia.

Hendrik menambahkan, dalam dua tahun terakhir, perseroan gencar melakukan kegiatan ekspor produk air purifier ke negara tujuan ekspor Amerika Serikat (AS). Yang terkini, pada 19 Agustus 2020, perseroan melakukan ekspor air purifier ke AS untuk peti kemas yang ke-1120.

Selaras Citra Nusantara melepas 500 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan. Rencananya dana segar yang dihimpun melalui IPO akan digunakan untuk ekspansi binis untuk meningkatkan volume produksi.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan, Selaras Citra Nusantara akan menggunakan sebagian besar dana hasil IPO sebesar 85% nya untuk sejumlah langkah ekspansi perseroan dalam meningkatkan kinerjanya. Secara rinci, sebesar 55% dana IPO diperuntukkan untuk memperluas gedung pabrik di daerah Cileungsi.

Perseroan berencana menambah jumlah tingkat gedung agar dapat meningkatkan kapasitas operasional. “Hal ini dilakukan perseroan untuk memenuhi peningkatan volume penjualan tahun 2021, termasuk kenaikan ekspor. Dimana saat ini dinilai tidak mencukupi untuk menampung bahan baku, plastik hasil injeksi, kegiatan i, dan gudang untuk barang jadi,” jelas manajemen perseroan dalam prospektusnya.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi BEI hingga penutupan hari ini, tiga saham IPO tersebut berhasil menguat hingga auto reject atas  saham PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) naik Rp 38 (34,55%) menjadi Rp 148, saham PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) menguat Rp 120 (25%) menjadi Rp 600, saham PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) menguat Rp 74 (24,67%) menjadi Rp 374.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN