Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO PT Triputra Agro Persada Tjandra Karya Hermanto beserta Corporate Secretary Triputra Aminuddin, Managing Director for Trading and Downstream PT Triputra Agro Persada Sutedjo Halim, dan CEO Region PT Triputra Agro Persada Budiarto Abadi saat media visit ke redaksi di Beritasatu Plaza, Jakarta, Jumat (5/3/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

CEO PT Triputra Agro Persada Tjandra Karya Hermanto beserta Corporate Secretary Triputra Aminuddin, Managing Director for Trading and Downstream PT Triputra Agro Persada Sutedjo Halim, dan CEO Region PT Triputra Agro Persada Budiarto Abadi saat media visit ke redaksi di Beritasatu Plaza, Jakarta, Jumat (5/3/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Triputra Agro Persada Patok Harga IPO Rp 200 Per Lembar

Kamis, 1 April 2021 | 16:11 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – PT Triputra Agro Persada (TAP), perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet, menetapkan harga Rp 200 per lembar saham dalam aksi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Anak usaha Grup Triputra tersebut akan melepas 866,2 juta saham, atau setara 4,35% dari keseluruhan modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Dengan demikian, TAP akan meraih pendanaan hingga Rp 173,24 miliar dari pelaksanaan IPO.

Berdasarkan prospektus perseroan yang dikutip Kamis (1/4), manajemen menjelaskan, dana yang diperoleh dari penawaran umum sekitar 84,28% akan digunakan untuk peningkatan penyertaan modal pada perusahaan anak, yaitu PT Agro Multi Persada (AMP). Sisanya, sekitar 15,72% untuk modal kerja perseroan guna pembelian pupuk.

Alasan dan pertimbangan perseroan atas dilakukannya peningkatan penyertaan modal pada AMP untuk mempertahankan persentase kepemilikan saham. Sebab, AMP bermaksud untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetornya.

Kemudian, uang hasil peningkatan penyertaan modal akan disalurkan oleh AMP kepada anak perusahaannya, SKM. Selanjutnya, dananya akan digunakan oleh SKM untuk belanja modal dan modal kerja untuk pembangunan pabrik yang berlokasi di Kalimantan Tengah.

Biaya pembangunan pabrik tersebut diperkirakan sekitar Rp 88 miliar. Sedangkan modal kerja SKM sehubungan dengan operasional pabrik tersebut sekitar Rp 47 miliar.

Pelaksanaan pembangunan direncanakan mulai pada kuartal II-2021 dan  diselesaikan tahun 2022. Sampai dengan prospektus tersebut diterbitkan, SKM belum mulai melakukan pembangunan atas pabrik dimaksud.

Program ESA 

Bersamaan dengan penawaran umum, TAP juga mengadakan program alokasi saham pegawai (employee stock allocation/ESA) sebanyak 0,57% dari jumlah saham yang ditawarkan, atau sebanyak 4,89 juta saham.

Masa penawaran awal Triputra Agro Persada pada 22-25 Maret 2021. Perkiraan masa penawaran umum pada 5-6 April 2021, perkiraan tanggal penjatahan 8 April 2021, dan perkiraan tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 12 April 2021.

 Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Ciptadana Sekuritas Asia dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Komposisi pemegang saham TAP saat ini terbesar digenggam oleh PT Persada Capital Investama 24,3%, disusul PT Triputra Investindo Arya 23,54%, Salween Investment Pte 21,69%, Gochean Holdings Incorporated 15,82%, dan PT Daya Adicipta Mustika 14,65%.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN