Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi digital. (Pixabay)

Ilustrasi digital. (Pixabay)

Tuntaskan IPO, COVA Acquisition Berburu 'Start-up' Indonesia

Jumat, 5 Februari 2021 | 22:36 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – COVA Acquisition Corp menuntaskan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai US$ 261 juta dan tercatat di Nasdaq, Amerika Serikat (AS). Special purpose acquisition company (SPAC) tersebut akan menggunakan dana hasil IPO untuk mengakuisisi perusahaan rintisan (start-up) teknologi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Adapun Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir dan Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek Alvin Widarta Sariaatmadja resmi menjadi direktur COVA Acquisition Corp.

Menurut Pandu Sjahrir, seluruh saham IPO COVA Acquisition diserap oleh investor AS, yang mayoritas adalah perusahaan investasi jangka panjang. Sebagai SPAC, COVA Acquisition membidik beberapa start-up teknologi potensial. “Salah satunya bisa juga asal Indonesia,” kata dia kepada Investor Daily, Jumat (5/2).

Pandu yang juga komisaris Emtek enggan berkomentar lebih jauh saat ditanya apakah COVA Acquisition akan menjalin kerja sama strategis dengan Emtek di kemudian hari.

Sebagai informasi, dana IPO sebesar US$ 261 juta itu lebih tinggi dari target semula yang sekitar US$ 200 juta. Hal ini lantaran COVA Acquisition akhirnya melaksanakan opsi penjatahan berlebih atau over-alloments dengan menerbitkan 3,91 juta unit tambahan. Alhasil, seluruh unit yang diterbitkan pada IPO ini mencapai 26,1 juta unit. Harga pelaksanaan US$ 10 per unit.

Unit-unit tersebut diperdagangkan dengan kode COVAU di Nasdaq pada 5 Februari. Setiap unit terdiri atas satu saham biasa kelas A  dan satu setengah waran yang dapat ditebus. Setiap seluruh waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham biasa kelas A pada harga US$ 11,5 per saham. Saham biasa dan waran kelas A secara terpisah dicatatkan di Nasdaq masing-masing dengan simbol COVA dan COVAW.

Sebagai SPAC atau blank check company, COVA Acquisition didirikan untuk tujuan merger, akuisisi aset, pembelian saham, dan reorganisasi bisnis. COVA Acquisition fokus mencari target-target perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi dan bisnis yang mendukung teknologi di Asia Tenggara, khususnya industri internet konsumen, e-commerce, dan software.

COVA Acquisition secara umum berada di bawah kendali Crescent Cove Advisors LP. Perusahan investasi asal AS ini didirikan oleh Jun Hong Heng, yang memiliki rekam jejak investasi pada perusahaan media dan telekomunikasi.

Di COVA Acquisition, Jun Hong Heng bertindak sebagai komisaris, chief executive officer (CEO), dan chief financial officer (CFO). Sementara, posisi presiden dan direktur diisi oleh KV Dhillon. Di luar dewan direksi, CEO Luminar Technologies Austin Russell turut bergabung sebagai senior advisor.

Fenomena SPAC

Kehadiran COVA Acquisition yang berencana mengakuisisi perusahaan di Asia Tenggara akan menambah daftar SPAC yang telah lebih dahulu IPO pada Januari 2021.

Provident Acquisition Corp, SPAC yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), telah menyelesaikan IPO saham dan tercatat di Nasdaq, AS. SPAC ini meraih dana segar US$ 230 juta dari IPO.

Provident Acquisition melepas 23 juta unit dengan harga US$ 10 per unit. Unit-unit tersebut mulai diperdagangkan dengan kode PAQCU di Nasdaq pada 8 Januari 2021. Pihak yang bertindak sebagai sole bookrunner adalah Citigroup Global Markets Inc.

IPO ini tercatat melibatkan sejumlah anchor investor, antara lain WF Asian Reconnaissance Fund Ltd (Ward Ferry), PT Nugraha Eka Kencana yang merupakan anak usaha Saratoga Investama, dan Aventis Star Investment Ltd yang terafiliasi dengan Provident Group.

Direktur Investasi Saratoga Investama Sedaya Devin Wirawan mengatakan, pihaknya berpartisipasi dalam IPO Provident Acquisition karena yakin akan kemampuan manajemen sebagai SPAC dalam mengindentifikasi dan mengakuisisi perusahaan yang menjadi target.

“Ini pertama kalinya Saratoga berpartisipasi dalam IPO SPAC,” kata Devin kepada Investor Daily. Tahun ini, menurut dia, perseroan mengalokasikan anggaran investasi sekitar US$ 50-100 juta untuk dikucurkan kepada perusahaan-perusahaan potensial.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN