Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi.  Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

PROSES IPO DIPERCEPAT

Valuasi Mega-IPO Unicorn US$ 100 M

Senin, 10 Mei 2021 | 13:55 WIB
Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id) ,Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id) ,Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Rencana raksasa unicorn dan decacorn Indonesia untuk go public akan dipercepat. Beberapa unicorn-decacorn yang berniat menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sudah menyerahkan dokumen ke PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kini masih diproses.

Unicorn atau decacorn terutama yang berniat melantai di bursa domestik dan luar negeri (dual listing), harus menyelesaikan sejumlah prosedur dan administrasi yang diperlukan. Sejauh ini, mega-IPO empat unicorn dan decacorn yangmenggelar dual listing berpotensi menghasilkan valuasi sekitar US$ 100 miliar.

Di lain sisi, BEI harus merevisi peraturan pencatatan agar dapat mengakomodasi IPO perusahaan new economy yang berbeda dengan perusahaan konvensional.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi. Foto: IST
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi. Foto: IST

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, sampai saat ini terdapat tiga perusahaan unicorn dan decacorn yang telah menyerahkan dokumennya untuk mempersiapkan diri menggelar IPO. Namun demikian, Inarno belum bisa menjelaskan secara detail siapa saja yang telah menyerahkan dokumen tersebut.

“Dokumen sampai saat ini sudah diserahkan, ada dua atau tiga perusahaan, hingga saat ini masih dalam proses dan kami belum bisa menjelaskan secara detail,” ujar Inarno kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (9/5).

Tiga Unicorn siap melantai di Bursa
Tiga Unicorn siap melantai di Bursa

Tiga unicorn yang disebut-sebut sudah menyerahkan dokumen ke BEI adalah Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka. Ketiganya menyandang status unicorn atau perusahaan rintisan teknologi (startup) yang memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar.

Sedangkan Gojek berstatus decacorn alias perusahaan startup dengan valuasi di atas US$ 10 miliar. Tokopedia memiliki valuasi sekitar US$ 7-8 miliar, Bukalapak US$ 3 miliar, dan Traveloka sebesar US$ 3 miliar. Inarno menyampaikan bahwa emiten unicorn dan decacorn yang telah menyerahkan dokumen akan melakukan aksi IPO pada tahun ini. Namun, Inarno belum bisa menjelaskan target kapan, hanya diharapkan bisa dipercepat.

Khusus untuk Tokopedia, semula ada dua skenario IPO. Skenario pertama, Tokopedia merger dengan Gojek (PT Aplikasi Karya Anak Bangsa), baru kemudian IPO. Skenario kedua, Tokopedia IPO terlebih dahulu di BEI, baru merger denganGojek untuk listing di AS. Progres terbaru akhirnya dipilih opsi kedua.Morgan Stanley dan Citi bertindak sebagai penasihat dalam proses IPO.

Manajemen GoJek dan Tokopedia
Manajemen GoJek dan Tokopedia

Adapun untuk IPO dan listing di bursa Amerika Serikat, merger Gojek dan Tokopedia yang akan bernama GoTo bakal menggunakan special purpose acquisition company (SPAC) Bridgetown Holdings. Bridgetown didukung oleh investor kawakan Silicon Valley, Peter Thiel dan taipan asal Hong Kong, Richard Li.

Sebelumnya, Richard Li melalui perusahaan investasinya, Pacific Century Group, sudah menjadi investor minoritas di Tokopedia karena pernah memimpin pendanaan seri D ke Tokopedia. Valuasi gabungan GoTo diperkirakan mencapai US$ 18 miliar. IPO di AS mengincar dana US$ 18 miliar.

Setelah listing di AS, valuasi GoTo ditargetkan mencapai US$ 35-40 miliar. Dalam entitas gabungan hasil merger, pemegang saham Gojek menghendaki porsi kepemilikansekitar 60%, sedangkan investor Tokopedia memegang 40%.

Top 10 kapitalisasi pasar di BEI
Top 10 kapitalisasi pasar di BEI

Adapun manajemen GoTo terdiri atas Co- CEO Gojek Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi serta CEO Tokopedia  William Tanuwijaya dan Presiden Tokopedia, Patrick Cao. Lebih dari 25 investor tercatat sebagai penyandang dana sekaligus pemegang saham Gojek, yang didirikan oleh Nabiel Makarim, yang kini menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 

Untuk investor domestik, PT Astra International menginjeksikan total dana senilai US$ 250 juta dalam dua tahap, yakni US$ 150 juta pada 2018 dan US$ 100 juta pada 2019.

Selain itu, PT Telkomsel mengalirkan dana US$ 150 juta ke Gojek. Ada juga Northstar Pacific milik pengusaha kondang Patrick Waluyo. Beberapa nama investor besar luar negeri yang berada di belakang Gojek adalah Facebook, Google, Sofbank,Temasek (Anderson Investment Pte Ltd), Tencent Holdings, Paypal, Sequoia Capital, Allianz Strategic Investments SARL, Asean China Investment Fund (US) III LP, London Residential II SARL,PT Asuransi Jiwa Sequis Life, PT Union Sampoerna.

Sedangkan investor besar penyuntik dana Tokopedia adalah Softbank, Alibaba (Taobao Cina Holdings), Temasek (Anderson Investments Pte), Google, Masayoshi Son, Sequoia Capital, East Venture, Radiant Pioneer Limited, Radiant Trinity Limited. Temasek dan Google pada Oktober 2020 dikabarkan menyuntikkan dana ke Tokopedia senilai US$ 350 juta.

Share kapitalisasi pasar di BEI
Share kapitalisasi pasar di BEI

Seorang pejabat di lingkungan BEI kepada Investor Daily menyatakan bahwa unicorn-decacorn akan didorong untuk bisa mempercepat IPO pada semester II tahun ini. Memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan untuk proses IPO tersebut.

Beberapa di antaranya menyangkut multiple atau dual share karena nanti unicorn tersebut akan dual listing. Juga terkait valuasi perusahaan start- up yang berbeda dengan konvensional.

”Semua itu harus diperjelas. Apalagi perusahaan yang mau IPO itu kan perlu pendanaan atau suntikan dana terus,” kata dia.

Dia menegaskan bahwa masuknya perusahaan berbasis teknologi tersebut bakal membuat bursa domestiklebih atraktif. Investor asing diyakini akan banyak yang masuk.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia akan lebih kompetitif dan bisa bersaing dengan bursa saham regional.

“Dampak positif lainnya adalah market cap bursa kita akan jauh lebih besar karena yang masuk memiliki valuasi sangat besar. Kemudian bagi investor domestik, semakin banyak pilihan investasi,” kata dia.

Dihubungi terpisah, manajemen Tokopedia menyatakan tengah mempertimbangkan pasar dan metode untuk rencana IPO.

“Pertumbuhan adopsi pasar semakin mendorong pertumbuhan bisnis Tokopedia selama masa pandemi. Kami tengah mempertimbangkan untuk mengakselerasi rencana kami untuk menjadi perusahaan publik. Saat ini, kami sedang mempertimbangkan pasar dan metode untuk ini (IPO),” ujar VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak menjawab pertanyaan Investor Daily, Sabtu (8/5).  (gtr/tl)

Baca juga

https://investor.id/market-and-corporate/bukalapak-dan-traveloka-berniat-dual-listing

https://investor.id/market-and-corporate/megamerger-dan-ipo-unicorn-berdampak-positif

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN