Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory). Foto: Perseroan.

PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory). Foto: Perseroan.

Wah, Produsen Yoghurt Cimory Mau IPO, Nilainya Jumbo!

Kamis, 25 Maret 2021 | 23:08 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Produsen minuman yoghurt, PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory) dikabarkan tengah mempertimbangkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada tahun ini. IPO tersebut bakal menjadi salah satu yang terbesar, lantaran perseroan membidik dana segar hingga US$ 300 juta.

“Cimory sedang bekerja dengan penasihat keuangan dalam penjualan saham. Penawaran ini berpotensi menjadi yang terbesar sejak PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk yang IPO sebesar US$ 334 juta pada 2019,” sebut Bloomberg dalam laporannya, Kamis (25/3).

Detail penawaran saham Cimory masih bisa berubah seiring dengan diskusi yang terus berlanjut. Perseroan dikabarkan menjajaki sejumlah penggalangan dana strategis untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang.

Cimory didirikan pada 1992. Saat ini, perseroan secara grup memproduksi daging olahan, susu, kedelai, dan produk telur dengan sejumlah merek termasuk Cimory, Kanzler, dan Besto.

Produk Cimory dijual melalui berbagai saluran, termasuk toko modern dan pengecer tradisional. Perseroan memiliki fasilitas manufaktur di Jabodetabek dan Jawa Tengah. Adapun Cimory pernah menjadi portofolio investasi Creador, yakni private equity yang berpusat di Kuala Lumpur, Malaysia.

Jika rencana Cimory terealisasi, maka Cimory akan bergabung ke daftar IPO dengan nilai jumbo di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021. Bloomberg sebelumnya juga melaporkan PT Archi Indonesia merancang IPO pada tahun ini. Perseroan merupakan pemilik tambang emas dan perak Toka Tindung di Sulawesi Utara.  

Archi Indonesia merupakan bagian dari Rajawali Group, yang dimiliki oleh taipan Peter Sondakh. Perseroan tercatat beberapa kali dikabarkan berniat IPO, yakni pada 2014 dan 2017. Namun, ketika itu manajemen menunda lantaran situasi pasar yang dinilai belum kondusif.

Sementara itu, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga sempat dikabarkan menjajaki IPO anak usahanya di segmen nutrisi dan kesehatan, yakni PT Sanghiang Perkasa dengan target dana hingga US$ 500 juta. Saat ini, Kalbe tengah berupaya memperbesar bisnis Sanghiang Perkasa. Hal ini terlihat saat Kalbe mengalihkan kepemilikan saham dua anak usaha di bisnis nutrisi ke Sanghiang pada September 2020.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, berdasarkan pipeline BEI per 8 Maret 2021, ada 26 perusahaan yang masih menjalani proses evaluasi pencatatan saham. Dari 26 perusahaan tersebut, sebanyak 6 perusahaan yang akan IPO merupakan perusahaan aset skala kecil dengan nilai aset di bawah Rp 50 miliar. 

Kemudian, sebanyak 11 perusahaan masuk dalam kelas aset skala menengah, yakni Rp 50-250 miliar. Selanjutnya, 9 perusahaan masuk ke kelas aset besar di atas Rp 250 miliar.

Sementara dilihat dari sektornya, sebanyak 4 perusahaan berasal dari sektor basic materials, 2 perusahaan dari sektor industrials, 3 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 7 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, dan 3 perusahaan dari sektor properties and real estate. Selanjutnya, 4 perusahaan dari sektor teknologi, 1 perusahaan dari sektor infrastruktur dan 2 perusahaan dari sektor energi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN