Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Breeding farm PT Widodo Makmur Unggas Tbk. Foto: Perseroan.

Breeding farm PT Widodo Makmur Unggas Tbk. Foto: Perseroan.

HARGA PERDANA RP 142-200 PER SAHAM

Widodo Makmur Unggas Bidik Dana Rp 1,18 Triliun dari IPO

Rabu, 6 Januari 2021 | 23:02 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Widodo Makmur Unggas (WMU) membidik perolehan dana segar sebesar Rp 841,07 miliar hingga Rp 1,18 triliun dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Perseroan menawarkan hingga 5,92 miliar saham atau setara 35% dari modal ditempatkan dan disetor. Adapun harga pelaksanaan sekitar Rp 142-200 per saham.

Presiden Komisaris Widodo Makmur Unggas Tumiyana mengatakan, dana IPO tersebut akan melengkapi belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan selama 2021 yang sebesar Rp 1,9 triliun. Perseroan akan melakukan ekspansi secara menyeluruh  bisnis unggas, mulai dari pembangunan peternakan ayam broiler, rumah potong hewan atau slaughterhouse, hingga penambahan produk akhir dan saluran distribusi.

“Investasi sebesar itu menunjukkan perusahaan yang akan terus bertumbuh, dan yang terpenting menandai potensi Widodo Makmur Unggas ke depan, dan Widodo Makmur Perkasa Group pada umumnya,” jelas dia saat due diligence dan paparan publik IPO secara virtual, Kamis (6/1).

Menurut Tumiyana, kisaran harga IPO perseroan relatif murah lantaran valuasi IPO disusun saat indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berada pada level 4.500. Harga saham perdana yang ditawarkan perseroan mencerminkan price earning ratio (PER) sekitar 8,5-12 kali.

Pihaknya menilai saham perseroan layak dikoleksi investor seiring dengan pergerakan tren IHSG yang positif. Tumiyana yang sebelumnya pernah menjabat sebagai direktur utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP (Persero) Tbk ini memiliki rekam jejak dalam mengantar anak-anak usaha Badan Usaha Milik Negara (IPO) menjadi perusahaan tercatat. “Saya sudah bantu 5 perusahaan IPO. Dan WMU ini yang keenam. Ekonomi kita saat ini sedang bertumbuh, dan minat investor juga luar biasa,” jelas dia.

Sebelumnya, Tumiyana mengatakan terdapat satu anchor buyer yang akan menyerap sebagian saham WMU. Namun, pihaknya belum dapat menyebut detail kesepakatan dengan anchor buyer tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas’adi mengatakan, sebanyak 74,3% dana IPO akan diserap untuk ekspansi dengan menambah serta memperluas sarana produksi. Perseroan akan membangun fasilitas breeding parent stock peternakan di Gunungkidul, fasilitas layer commercial farm di Klaten, fasilitas hatchery di Sukabumi, fasilitas broiler commercial farm di Wonogiri, fasilitas rumah potong di Cianjur, dan feedmill di Ngawi.

“Sisa dana IPO sebesar 25,7% akan digunakan untuk modal kerja untuk pembelian bahan baku pada feedmill dan pembelian ayam broiler komersial untuk slaughter house,” kata dia.

Peningkatan kapasitas produksi perseroan diharapkan berdampak terhadap penetrasi pasar yang lebih baik ke depan. Tahun ini, WMU memproyeksikan penjualan melonjak 436% dan laba bersih 259% dari tahun lalu. WMU tetap fokus pada pengembangan bisnis produksi karkas, mengingat sepanjang semester pertama tahun lalu produksi karkas tumbuh 22% menjadi 16.000 ton.

Selain menawarkan saham ke publik, WMU melakukan penjatahan saham melalui program alokasi saham pegawai atau employee stock allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 7,5% dari jumlah saham IPO. Perseroan turut memberikan opsi kepemilikan saham oleh manajemen maksimal 1% dari portepel IPO. Saat ini, komposisi kepemilikan saham WMU dimiliki oleh PT Widodo Makmur Perkasa 90%, Warsini 5%, dan Wahyu Andi Susilo 5%.

PT CIMB Niaga Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Samuel Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sesuai rencana, WMU menggelar masa penawaran awal (bookbuilding) selama 7 Januari-13 Januari, kemudian pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditargetkan 20 Januari.

Perseroan menjadwalkan masa penawaran umum perdana saham selama 21 Januari-25 Januari, dan penjatahan 27 Januari. Selanjutnya, distribusi saham diperkirakan pada 28 Januari, sehingga pencatatan saham di BEI bisa terlaksana pada 29 Januari.

Direktur CIMB Niaga Sekuritas I Wayan Gemuh mengatakan, sebagai emiten di bisnis unggas, pihaknya menilai WMU memiliki keunggulan karena menjadi perusahaan yang terintegrasi secara vertikal. Ini artinya, perseroan memiliki kegiatan bisnis dari upstream hingga downstream. Pertumbuhan bisnis unggas utamanya ayam diperkirakan terus melaju seiring dengan konsumsi protein nasional yang semakin meningkat.

“Perlu ditegaskan produk utama WMU adalah ayam, bukan yang lain. Dengan pemahaman ini, saya harap investor tidak salah membandingkan WMU dengan pemain lain di sektor unggas,” jelas dia.

Per 31 Oktober 2020, total aset WMU mencapai Rp 1,33 triliun, total liabilitas Rp 670,44 miliar, dan ekuitas sebanyak Rp 666,43 miliar. Perseroan tercatat membukukan pendapatan Rp 940,91 miliar, melonjak 109,7% dibandingkan Oktober 2019 sebanyak Rp 448,66 miliar. Laba bersih perseroan mencapai Rp 62,62 miliar, melesat 135,9% dari sebelumnya Rp 26,54 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN