Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tumiyana. Foto: IST

Tumiyana. Foto: IST

Widodo Makmur Unggas Optimistis Masuk Bursa Bulan Ini

Senin, 4 Januari 2021 | 22:24 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id – PT Widodo Makmur Unggas (WMU) optimistis melantai (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Januari 2021. Anak usaha PT Widodo Makmur Perkasa (WMP) ini masuk bursa dengan skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Listing jadi Januari 2021 ini. Kami sudah mendapat pernyataan praefektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Desember 2020,” ujar pemilik sekaligus chief executive officer (CEO) PT Widodo Makmur Perkasa, Tumiyana, kepada Investor Daily, Senin (4/1/2021).

WMU akan melepas 35% saham ke publik. Selaku penjamin pelaksana efek terdiri atas CIMB Niaga Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Samuel Sekuritas Indonesia. Sedangkan dana yang akan dihimpun, dalam catatan Investor Daily, sekitar Rp 2 triliun. “Dana hasil dari IPO dimanfaatkan untuk capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,8 triliun,” ujar Tumiyana.

Dia menjelaskan, capex itu untuk membangun fasilitas produksi ayam. “Capex yang direncanakan Rp 9 triliun dalam lima tahun ke depan,” papar Tumiyana.

Tumiyana pernah mengatakan, pihaknya optimistis aksi korporasi ini bisa didukung oleh sentimen positif di pasar modal. Pasalnya, saat ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) sudah membaik. Selanjutnya, pengadaan vaksin Covid-19 berpotensi disambut positif oleh pelaku pasar.

Di sisi lain, kata dia, potensi bisnis perunggasan juga menjanjikan mengingat pasar konsumsi protein hewani di Indonesia masih 12 kg per kapitas, sedangkan banyak negara lain sudah di atas itu. Ke depan, adanya potensi peningkatan pendapatan per kapita di Indonesia berpeluang turut mendongkrak konsumsi protein hewani. Pihaknya juga mencermati permintaan yang naik di pasar luar negeri.  “Permintaan dari pasar Timur Tengah dan Afrika terus meningkat,” ujar dia.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN