Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peserta Alibaba e-Founder Fellowship. (IST)

Peserta Alibaba e-Founder Fellowship. (IST)

17 Pendiri Start-up Selesaikan Program Belajar di Alibaba

Rabu, 18 Desember 2019 | 07:30 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pekan ini, Alibaba merampungkan program e-Founder Fellowship angkatan ke-8 di Hangzhou, Tiongkok. Kegiatan ini diiikuti oleh 38 pendiri usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) dari berbagai negara di Asia Tenggara, termasuk 17 di antaranya berasal dari Indonesia.

Para partisipan datang dari berbagai latar belakang industri, yakni perdagangan secara elektronik (e-commerce), tekbologi finansial (fintech), logistik, pariwisata, dan maha data. Secara kolektif, perusahaan peserta pendiri start-up tersebut mempekerjakan lebih dari 3 ribu karyawan dan melayani lebih dari 6 juta pelanggan.

e-Founder Fellowship diselenggarakan atas kerja sama antara Alibaba Business School dan badan PBB United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). Program ini bertujuan untuk memberdayakan para pendiri start-up dari negara-negara berkembang, sehingga dapat memanfaatkan transformasi digital demi mewujudkan perkembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, nama-nama peserta asal Indonesia terdiri atas Afia Fitriati dari start-up Gadjian, Antonius Taufan (Tada), Cesar Rohedi (Prestisa), Daniel Basuki (RoomMe), Eddy Christian Ng (Tokoin), Handy Chang (Indo Trading), Henriech Vincent (Bizhare), dan Kevin Osmond (Printerous).

Kemudian, Leslie Lim (Cicil), Meidy Fitranto (Nodeflux), Minghadi Suryajaya (1001Malam), Oswald Yeo (Glints), Ryan Manafe (Dagangan), Stanis Tandelilin (Modal Rakyat), Willy Thomas (Flower Advisor), Wilton Halim (Mobilkamu), dan Yohanes Sugihtononugroho (Crowde).

“Dewasa ini, pendiri start-up kerap dituntut, atau merasa harus membesarkan perusahaan mereka, kadang tanpa memedulikan bagaimana pun caranya,” tutur Afia Fitriati, salah satu peserta yang merupakan founder dari Gadjian, start-up yang bergerak di bidang sistem human resource, pada seremoni penutupan program e-Founders Fellowship, seperti dikutip Selasa (17/12).

Menurut dia, program Alibaba e-Founders Fellowship mengingatkan para pendiri start-up bahwa pada akhirnya yang paling penting adalah dampak positif yang dihasilkan. Mereka belajar bagaimana membangun budaya yang tepat untuk perusahaan, bagaimana menjadi pemimpin yang baik, serta bagaimana menciptakan lingkungan kondusif untuk dapat menumbuhkan budaya yang positif.

Sementara itu, selama 10 hari berlangsungnya program, para peserta dibekali berbagai wawasan bisnis melalui seminar dan kunjungan ke berbagai lokasi untuk memahami dan belajar secara langsung, bagaimana transformasi digital di Tiongkok yang telah terjadi dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Yohanes Sugihtononugroho, pendiri Crowde, start-up yang bergerak di bidang finansial untuk mendorong ekonomi petani kecil, menambahkan, program dari Alibaba tersebut menyadarkannya bahwa ada begitu banyak teknologi baru yang bisa dimanfaatkan untuk mengangkat mereka yang belum terwakili di Indonesia.

"Saya belajar tidak hanya konsep dan teknologi baru untuk memberikan pengakuan bagi mereka yang belum terwakili, tetapi juga dasar pemikiran strategis yang dapat membangun bisnis, industri, dan ekosistem menjadi lebih baik,” tuturnya.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN