Menu
Sign in
@ Contact
Search
Satelit

Satelit

Hingga 2024, Empat Satelit PSN Mengudara

Senin, 26 Agustus 2019 | 19:07 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Pasifik Satelit Nuasantara (PSN) menargetkan bisa meluncurkan empat setelit untuk kebutuhan internet (broadband) cepat di Tanah Air hingga tahun 2024.

Satelit Nusantara Satu sudah diluncurkan pada Februari 2019, Nuasantara Dua akan diluncurkan tahun 2020, Satelit Multi Fungsi (SMF) akan diluncurkan tahun 2022, serta satu satelit yang belum diberi nama (mungkin Nusantara X) diluncurkan pada 2024.

Sementara itu, satelit Nusantara Satu yang sudah diluncurkan pada Februari 2019 menggunakan platform SSL-1300 140 yang memiliki usia desain 15 tahun dan operasi 20 tahun dengan membawa 52 transponder. Satelit ini terdiri atas 38 transponder C-Band dan 8 spotbeam KU-Band dengan total kapasitas 15 Gbps. Khusus KU-Band, kapasitas yang dimilikinya 13,6 Gbps.

“Di lihat dari sisi geografis dan tingkat penetrasi internet yang saat ini masih kurang, satelit merupakan solusi bagi penetrasi broadband di Nusantara,” kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan PSN Dani Indra Widjarnarko di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, empat satelit PSN yang ditargetkan sudah mengudara pada 2024 tersebut akan menghasilkan total kapasitas broadband kurang lebih 500 Gbps. Perinciannya terdiri atas satelit Nusantara Satu memiliki kapasitas 15 Gbps, Nusantara Dua 10 Gbps, Satelit Multi Fungsi 150 Gbps, serta Nuasantara X 300 Gbps.

“Dengan jumlah kapasitas sebesar itu, PSN akan memiliki total kapasitas satelit yang terbesar di Indonesia maupun kawasan Asia,” ujarnya.

Indra pun menjelaskan, kenapa Indonesia sangat membutuhkan satelit broadband selain jaringan fiber optik maupun jaringan seluler. Pangkal masalahnya, Indonesia memiliki profil geografis yang menantang yang terdiri atas ribuan pulau yang dibelah lautan dan bukan hanya satu daratan.

Dia menyebutkan, saat ini, Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 269 juta jiwa yang tinggal di sekitar 17 ribu pulau dan 5.520 wilayah jauh dan terpencil (remote) yang belum dijangkau jaringan internet. Di sisi lain, kondisi geografis yang terdiri atas pulau dan wilayah yang sulit dijangkau, sehingga membuat kehadiran satelit mendesak dan sangat dibutuhkan.

Saat ini, konsumsi total transponder setelit di Indonesia baru sekitar 300 transponder. “Ini tentu masih kurang kalau dilihat dari jumlah penetrasi internet yang terus tumbuh. Karena, kami ingin supaya masyarakat kita bisa menikmati layanan internet yang memiliki kualitas yang bagus untuk meningkatkan daya saing mereka,” ungkapnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com