Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Founder sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky ( Foto: Beritasatu.com/Herman )

Founder sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky ( Foto: Beritasatu.com/Herman )

-

2019, Bukalapak Proyeksikan Transaksi US$ 5 Miliar

Abdul Muslim, Kamis, 1 Agustus 2019 | 07:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Bukalapak, platform lapak jual-beli bagi pelapak secara daring (marketplace), memproyeksikan total transaksi dari seluruh barang yang disetahunkan (annualized run rate paid gross merchandise value/GMV) senilai US$ 5 miliar, atau sekitar Rp 70 triliun tahun 2019. Hasil ini akan bisa didapatkan seiring keberhasilan bermitra dengan 4 juta UMKM dan 2 juta Mitra Bukalapak pada semester I-2019.

Founder & CEO Bukalapak Achmad Zaky mengatakan, Bukalapak merasa bersyukur bisa kembali menorehkan pencapaian yang berarti bagi lebih dari 4 juta pelaku UMKM dan lebih dari 2 juta Mitra Bukalapak yang beriringan bersama Bukalapak selama paruh tahun ini (semester I-2019).

“Kami mencatatkan annualized run rate paid GMV sebesar US$ 5 miliar dengan lebih dari 2 juta transaksi per harinya. Laba bruto per bulan Bukalapak di 2019 ini bahkan dua kali lipat lebih tinggi dari angka Desember 2018,” ungkap Zaky, dalam surat terbukanya kepada media, Rabu (31/7).

Angka yang disampaikan itu diakuinya mungkin terlihat bagi banyak orang sebagai 'musim panen yang membawa hasil jerih payah merawat saat musim silih berganti'. Namun, menurut dia, masih segar dalam ingatannya, Nugroho dan Fajrin, dua pendiri Bukalapak lainya, saat-saat bersusah payah memulai usaha Bukalapak.

Zaky sangat ingat kala lapak jualan online seperti Bukalapak tidak begitu dipercaya. Segala transaksi yang dilakukan secara daring (online) dianggap identik dengan penipuan. Akibatnya, dia bersama timnya sempat susah sekali mau mengajak orang bergabung dan berjualan secara online di Bukalapak.

Bukalapak kala itu juga sempat menghadapi tantangan jarangnya pihak yang mau bekerja sama, termasuk untuk pembayaran dengan bank. Tak sedikit pula dari kolega dan keluarga yang bingung saat Zaky menjelaskan jika bekerja di Bukalapak selama sembilan tahun berjalan penuh dengan tantangan di tengah keterbatasan.

“Kami percaya, jika terbiasa menghadapi keterbatasan yang ada, kami dapat memanfaatkan setiap sumber daya secara efektif dan efisien, sehingga cita-cita sederhana kami ingin warung dan pelaku usaha kecil naik kelas juga dapat terwujud nyata,” tambahnya.

Karena perjuangan yang tak mudah tersebut, Bukalapak kali ini telah bermitra dengan sekitar 2 juta warung/toko kelontong dan agen wirausaha mandiri Mitra Bukalapak di 477 dari 514 kota dan kabupaten di wilayah Indonesia.

Rata-rata jumlah pelanggan warung mitra juga dua kali lebih banyak daripada pengunjung toko di pusat
perbelanjaan. Warung-warung mitra tak hanya berjualan kelontong bersama Bukalapak, mereka juga memperluas layanannya dengan menjual produk virtual, seperti token listrik, pulsa, PDAM, BPJS, dan tiket kereta.

Hal tersebut membuat kesempatan untuk meningkatkan keuntungan bisnis juga semakin besar. Sebagai contoh, total penjualan token listrik dalam satu bulan di semua Mitra Bukalapak jika dihitung dapat menerangi lebih dari 800 ribu rumah di Indonesia.

Bantu Pelapak

Zaky pun menyampaikan, begitu harunya salah satu pelapak yang bercerita mendapatkan pesanan langsung dari Malaysia. "Bagai mimpi yang jadi nyata," kata Arbert, pemilik lapak yang bernama Brightfull.

Kini, pelaku usaha kecil di Indonesia juga sudah bisa mengekspor produknya ke Singapura, Malaysia, Taiwan, Brunei Darussalam, dan Hong Kong dengan BukaGlobal. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari Bukalapak supaya Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara.

“Kami berupaya membuktikan bahwa walaupun kucuran modal investor itu penting, namun yang lebih tak ternilai adalah dukungan semua pihak,” tuturnya.

Zaky juga menyampaikan, Bukalapak tak ingin berhenti pada pencapaian sekarang. Bukalapak ingin menciptakan dampak yang lebih luas agar menciptakan lapangan kerja lebih banyak, mentransformasi teknologi agar lebih banyak orang memiliki akses terhadap berbagai layanan finansial, menaikkelaskan lebih banyak warung di lebih banyak kota di Indonesia, dan membantu pemerintah mewujudkan e-government.

“Tidak ada kata yang bisa mewakili besarnya rasa terima kasih saya kepada semua orang, baik di dalam maupun luar Bukalapak, yang tanpa lelah ikut berkontribusi pada perkembangan perusahaan ini. Ayo bersama berkarya untuk Indonesia!” pungkas Zaky.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN