Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi domain .id (Sumber: Pandi/IST)

Ilustrasi domain .id (Sumber: Pandi/IST)

2019, Pandi Bidik 800 Ribu Domain .id Digunakan

Emanuel Kure, Kamis, 18 Juli 2019 | 08:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menargetkan semakin banyak masyarakat Indonesia maupun pengguna dari luar negeri yang menggunakan nama domain .id. Targetnya, sampai akhir tahun 2019, ada sebanyak 800 ribu nama domain .id yang dipasarkan dan digunakan.

Jumlah tersebut akan tumbuh sekitar 500 ribu jumlah domain dibandingkan hingga akhir Juni 2019 sebanyak 318.090 domain .id yang telah dipakai. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95,61% domain dipakai oleh masyarakat Indonesia, sisanya sebesar 4,39% dipakai di luar negeri.

Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi yang masif. Hal ini dilakukan dengan menggandeng pemerintah maupun komunitas masyarakat di berbagai wilayah untuk memberikan awareness terkait penggunaan nama domain .id.

“Kami akan sosialisasi dan mengadakan kegiatan-kegiatan yang masif dengan menggandeng berbagai pihak hingga ke tingkat daerah-daerah. Karena, memang saat ini domain .id masih dikenal oleh kalangan yang terbatas di bidang TI,” kata Yudho di Jakarta, Rabu (17/7).

Menurut dia, selain gencar melakukan sosialisasi di dalam negeri, pihaknya akan melakukan ekspansi ke luar negeri. Komunitas masyarakat internasional pun diharapkan bisa menggunakan dan mengenal nama domain Indonesia, yaitu .id.

“Ada dua strategi yang dilakukan, yakni liberalisasi dan rebranding. Kami akan membuka diri seluas-luasnya kepada komunitas luar negeri. Lalu, kami juga akan rebranding dengan memanfaatkan perusahaan-perusahaan besar yang sudah terkenal menggunakan domain .id, seperti jd.id, Airfrance.id, dell.co.id, maupun OVO.id,” ujar Yudho.

Yudho melanjutkan, pasar luar negeri dinilai masih sangat besar dan terbuka. Karena, saat ini, domain .id masih sebesar 4% yang digunakan di luar negeri. Hal itu terjadi karena, selama ini, Pandi belum memiliki inisiatif untuk ekspansif ke luara negeri.

“Dulu memang dari luar yang datang, dan meminta kita untuk dibuatkan nama domain .id. Tetapi sekarang, kita berinisiatif untuk masuk ke pasar luar negeri. Karena, banyak peminat dari luar negeri yang ingin menggunakan nama domain kita,” ungkapnya.

Dia menerangkan, tren global membuktikan bahwa setiap negara boleh memakai nama domian yang berasal dari negara mana saja sesuai dengan keinginan dan kepentingannya. Misalnya, alasan bahwa nama domian tersebut terlihat cantik, unik, dan enaik didengar. Di sisi lain, ada pertimbangan tersendiri dari setiap orang, atau perusahaan terhadap nama domain yang ingin digunakan.

“Di Indoensia banyak juga yang pakai domain .com, .co, .tv, dan lainnya. Begitu pun di luar negeri. Jadi, penggunaan nama itu tidak harus menggunakan nama domain dari negara yang bersangkutan. Tetapi, mereka punya petimbangan sendiri untuk gunakan itu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Kerja Sama, dan Marketing Pandi, Heru Nugroho, mengungkapkan, untuk meningkatkan jumlah pengguna di luar negeri, Pandi akan mengajak pendaftar (registrar) Pandi supaya memiliki mitra di luar negeri sebagai perpanjangan tangan untuk memperluas pasar.

Selain itu, Pandi akan membuat laman, atau website khusus, di luar webiste yang sudah ada selama ini. Tujuannya untuk membuat konten yang mendukung aktivitas pemasaran di luar negeri. “Jadi, target kami sebanyak 800 ribu itu terdiri atas pengguna lokal dan luar negeri. Setidaknya sampai akhir tahun, komposisinya fifty-fifty. Kami optimistis,” ungkap Heru.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN