Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seminar Potensi & Pengembangan Ekonomi Digital di DIY hasil kerjasama ISEI Cabang Yogyakarta & FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Seminar Potensi & Pengembangan Ekonomi Digital di DIY hasil kerjasama ISEI Cabang Yogyakarta & FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

2025, Ekonomi Digital RI US$ 133 Miliar

Abdul Muslim/Ridho Syukra, Senin, 7 Oktober 2019 | 07:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai ekonomi internet/digital Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menuju US$ 133 miliar pada 2025, terbesar dan berkembang paling cepat di kawasan Asia Tenggara. Nilainya berkembang lebih dari tiga kali lipat jika dibandingkan proyeksi tahun 2019 masih US$ 40 miliar.

Menurut survei Google, Temasek, serta BAIN, omzet ekonomi digital kotor (gross merchandise value/GMV) Indonesia yang diproyeksikan mencapai US$ 130 miliar pada 2025 akan berkontribusi sekitar 44,3% terhadap kawasan Asia Tenggara yang diprediksi mencapai US$ 300 miliar.

Pada tahun yang sama, ekonomi digital Thailand diprediksi berkontribusi US$ 50 miliar, Vietnam US$ 43 miliar, Singapura US$ 27 miliar, Malaysia US$ 26 miliar, dan Filipina US$ 25 miliar enam tahun ke depan. 

“Ekonomi internet Indonesia yang bertumbuh 49% juga lebih baik daripada kawasan Asia Tenggara pada tingkat rata-rata 33% per tahun, atau tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sejak 2015,” ungkap Google, Temasek, dan BAIN.

Riset itu juga menyebut, Indonesia dan Vietnam memimpin pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara. Secara khusus, sektor perdagangan secara elektronik (e-commerce) dan bisnis sewa kendaraan online (ride hailing) menjadi penopang utama pertumbuhan didorong oleh persaingan yang ketat antara pelaku usaha di Indonesia dan regional Asia Tenggara.

Investasi di sektor digital Indonesia pun ikut berkembang dengan kesepakatan lebih besar walaupun sedikit melambat. Tahun 2019, Indonesia berada di jalur yang searah dengan rekor yang dicapai tahun 2018 ketika menyerap investasi pada sektor internet mencapai  US$ 4 miliar.

Penetrasi Internet

Perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara ditopang oleh penetrasi internet. Internet pada perangkat seluler, terutama smartphon, telah mengubah ekonomi Asia Tenggara. Saat ini, orang di Asia Tenggara merupakan pengguna internet seluler yang ‘paling terlibat’ di dunia.

Ada sekitar 360 juta pengguna internet di wilayah ini dan 90% dari mereka terhubung ke internet, terutama melalui smartphone. Jumlah 360 juta merupakan bagian dari total penduduk Asia Tenggara yang mencapai 570 juta jiwa serta 67% berusia berkisar 15-64 tahun. Sedangkan 152 juta pengekses internet ada di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengatakan, pertumbuhan industri e-commerce yang pesat membawa Indonesia menuju ekonomi digital yang kuat. Syarat ekonomi digital adalah penggunaan internet of things mulai mendominasi pada semua kegiatan ekonomi.

“Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi digital baru karena didukung pertumbuhan e-commerce dan beberapa start-up,” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (4/10).

Namun, perkembangan ekonomi digital juga harus didukung kualitas sumber daya menusia (SDM) yang mengetahui perkembangan teknologi. Saat ini, Indonesia didominasi generasi milenial yang mengetahui tentang digital, bahkan banyak yang ingin bekerja di bidang e-commerce maupun start-up.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA